Wahai, Pejuang!

Sudah, ya?

Aku merasa kecewa dan ingin menangis. Harusnya bisa lebih baik dari ini. Bisa lebih maksimal. Alhamdulillah Allah masih mengizinkanku khatam di satu sisi, tapi aku sungguh malu karena dosa yang berguguran mungkin tidak sebanyak itu di sisi lain. Habis, masih kurang tuma'ninah. Padahal kan, dosa-dosa yang kita pikul ngglundung waktu ruku' dan sujud.

Allah, Engkau Maha Besar. Tahun ini, masih banyak urusan duniaku yang belum selesai. Bukan alasan sih sebenarnya untuk nggak all out, tapi di setiap malam-malam kemarin sungguh berat rasanya melangkahkan kaki meninggalkan materi yang belum kelar. Apalagi kalau sudah disuruh liqo'. Atau menghadiri semarak Ramadhan di kampus. Astaghfirullah. Astaghfirullahaladzim.

Tiada Tuhan selain Allah. Mungkin hikmahnya, di dunia perkalejan nanti memang nggak akan bisa aku memisahkan ibadah dan belajar. Bahkan belajar adalah ibadah juga. Mungkin Allah ingin aku merasakan bagaimana rasanya bagi waktu antara akhirat dan dunia di dalam bulan 'pelatihan'-Nya ini. Mungkin Allah ingin aku paham bagaimana rasanya kecewa tidak melakukan yang terbaik dalam satu kali kesempatan, dan musti menunggu sebelas bulan lagi untuk mendapat kesempatan berikutnya. Iya kalau diberi kesempatan lagi. Ya Allah...

Oke, pejuang. Sudah selesai ngalem-ngalemannya. Tingkatkan kewaspadaan dan ambil senjatamu. Ini saatnya kita terjun ke medan perang.

Eh, aku nggak ngerti mulai masuk 1 Syawwal itu mulai maghrib kemarin, atau jam 00.00, atau setelah sholat ied nanti ya?

Allâhumma la taj’al hadza akhiral ahdi bishiyamina iyyahu fain jâltahu faj’alni marhuman wa la taj’alni mahruman...
"Ya Allah, mohon jangan Engkau jadikan bulan Ramadhan ini sebagai shaum terakhirku. Tapi jikapun ini adalah Ramadhan terakhirku jadikan aku sebagai hamba yang Engkau rahmati, janganlah Engkau jadikan daku hamba yang terhalangi dari ampunan dan maghfirahmu”
Aamiin Ya Rabbal Alamiin
-inspired by : ucapan malam takbiran kachol-

Selamat Menyambut Hari Kemenangan, Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

Taqabbalallahu minnaa wa minkum.

Mohon maaf lahir batin.

[Day 28] Bocah Petualang

Helo semuanya.

Aku habis berkelana sejauh 12,6 km (kata waze) sendirian. Tidak ada yang spesial, hanya saja waktu lewat Rungkut dan bertemu sebuah mobil aku jadi ingat sesuatu.

Jadi, ini bukan rumah baru tapi rumah lama yang jadi baru. Entahlah, mama punya banyak rencana dan cuma sedikit bagianku di dalamnya sehingga aku hanya berharap yang terbaik saja. Semoga nanti kehidupan mapan di rumah tingkat dua dengan desain minimalis dan jendela sangat tinggi masih menungguku di Jakarta.

Apaya, di sini banyak nyamuk.

Lebaran nanti saudara-saudaraku datang ke mari, aku harap mereka sudah cukup dewasa untuk membiarkanku belajar demi remed.

Sebentar lagi lebaran. Sebaiknya aku bersiap evaluasi diri.

[Day 27] Dewasalah

Kemarin, aku ingin menangis karena terharu melihat adik-adik. Mereka masih sekecil itu, tapi sudah berat sekali tanggungannya. Aku baru ingat bahwa perjuangan di sana tidak sebercanda itu, dan meski akhirnya aku mempermalukan diriku, aku tahu kesempatan belajar seperti itu cuma sekali seumur hidup. Cuma butuh kurang dari dua semester untuk mengubah mereka menjadi para dewasa. Aku ingin berbicara, ingin membantu sebisanya, tapi bahkan kini aku sudah ragu pada keyakinan diri.

Bodohnya aku yang tidak bisa jadi mbak yang baik buat mereka. Sempit sekali pemikiranku karena masih berpikir diri sendiri, kepuasan pribadi, segalanya tentang aku meski sebenarnya tidak begitu. Aku tahu aku sering menolak terjun karena aku tidak punya kemampuan! Dan semakin kukuh apa yang aku pikirkan sampai membentuk diriku yang sekarang. Tapi, kemarin, Rizky bilang banyak hal yang aku tahu itu benar tapi nggak pernah terpikir gimana cara menyampaikannya. Aku ingin adik-adik jadi tangguh tapi diri sendiri sering menghindar kalau disuruh momong.

Lalu sekarang, ternyata eman juga rasanya kalau remed. Aku tahu di mana yang salah tapi waktu blok introp aku seperti kehabisan tenaga karena mengejar imuno. Hasil memang tidak pernah mengkhianati usaha, dan prior knowledge di awal blok adalah sebuah kunci yang sangat penting. Oh iya kawan, bagaimana bisa kamu mengeluh remed kalau pada kenyataannya kamu tidak bisa menjawab pertanyaannya yang artinya kamu tidak menguasai materi, dan terlebih lagi tidak mengikuti blok dengan baik (re : tidur saat kuliah, menyontek tugas teman, TA)? Bukan apa-apasih, aku hanya kasihan dengan nyawa yang kamu pegang nanti.

Perlu eksekusi yang tepat. Bismillah semoga Allah ridho.

[Day 26] One Shot

Aku bermain Choices, salah satu gubahan Pixelberry dan itu cukup menyenangkan.

Aku membangun peternakan dan perkebunan tapi sekarang sudah masuk winter dan tumbuhan tidak bisa tumbuh. Hati Mary belum merah.

Benar kata mama bahwa ketika kita pelit pada diri kita sendiri, akan ada banyak hal lain yang tetap saja menghabiskan duit.

Satu yang aku tahu pasti adalah bahwa kamu nanti bersekolah di jakarta atau jepang, titik.

[Day 25] Aja

It's fun to do nothing.

[Day 24] Ukuran Jahim

Aku nggak pamrih. Cuman mau memberi peringatan bahwa apa yang ada di muka bumi itu sebentar saja dan nggak dibawa mati kecuali tiga.