Hal-hal yang Berhubungan

January 05, 2019

Aku hampir mengira Frodo akan berteriak "Expelliarmus!" saat menodong Gollum dengan Sting. Juga ketika Gandalf dan Dumbledore ternyata sama-sama terjatuh, tentu bukan suatu kebetulan?

Nyatanya, aku bosan sekali dan ingin melalukan hal-hal. Tapi, segratis apapun hal-hal selalu berbayar. Contohnya pergi ke taman, tentu saja tidak dengan berlari apalagi merangkak. Sama halnya dengan bermain game, mau menyala pakai apa kalau tidak bayar listrik.

Uang siapa yang kita pakai untuk menikmati air yang mengalir, langit yang menaungi, dan limpahan hasil tanah bumi? Kita saling berhutang satu sama lain dan tidak ada satu manusia pun yang merdeka dari berhutang, entah kepada ibunya atau orang yang ketemu di jalan. Entah yang tahu atau yang diomongin di belakang.

Dan apakah orang-orang yang tersihir bercirikan selaput putih di matanya ternyata cuma butuh operasi katarak, tidak ada yang tahu. Mungkin yang penyihir malah dokternya yang banting tulang bakar uang buat sekolah.

Ular dan Tangga

January 01, 2019

Halo, halo!

Banyak sekali ya yang terjadi selama setahun kemarin. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, ada kejadian yang terduga dan tidak terduga. Banyak keinginan dan cita-cita yang belum terwujud, tapi juga mimpi-mimpi mustahil yang menjadi kenyataan. Rasanya, setahun yang biasanya sudah berat sampai jalan kita jadi tertatih semakin berat saja karena masyarakat yang tidak bisa dipisahkan dari media sosial, ditambah kenyataan bahwa kehidupan sebagian besar mereka sangat beracun. Hei, tapi ini bukanlah saatnya untuk mengeluh, mari memulai semuanya dengan semangat yang terbarukan!

Tidak ada yang spesial dari diriku yang masih saja tidak bisa memanusiakan manusia. Aku masih bukan siapa-siapa di tatanan masyarakat, tidak menjadi titik perputaran uang maupun sumber terpercaya yang bisa diceritakan. Tapi, episode-episode akhir Attack On Titan season 3 yang sudah dirilis ternyata cukup bijaksana untuk menyentilku dalam pemikiran yang masih kekanak-kanakan : memangnya apa harus jadi istimewa? Lalu mari kita tunggu beberapa bulan sampai April 2019 dan mengetahui kelanjutan ceritanya.

Meski demikian, bukan berarti pendidikan yang sudah hampir mendekati garis akhir ini menandakan kami sudah menguasai ilmu yang seharusnya kami kuasai. Rasanya aku bocor di sana sini dan tidak bisa menadahi dengan benar apa-apa saja yang sudah coba dijejalkan dalam kelas-kelas kuliah yang penuh maupun ruang-ruang belajar pribadi. Kisah-kisah dementia meniupkan kesadaran bahwa ilmu itu kita cuma pinjam, nanti juga dikembalikan. Jadi, kita ini berusaha untuk siapa, sih?

Daripada berlama-lama, lebih baik kita segera beristirahat. Agar memulai kehidupan baru yang tidak rasis di setahun mendatang dan kalau bisa tahun-tahun berikutnya. Jaga kesehatanmu, ya. Biar nanti saat bertemu kita masih dalamm kondisi yang fit untuk bercerita tentang anak cucu, mengambil hikmah dari langkah-langkah kecil yang sudah kita putuskan saat berdiri di balik tembok penyekat waktu lalu.

Masa depan membuatku agak takut memikirkannya, tapi masa bodohlah mari kita jalani saja toh semua bisa terjadi, selamat menempuh hidup baru!

Masterpiece

December 12, 2018

Halo! Karena besok UB, jadi sekarang mari kutunjukkan sesuatu yang indah :


Sangat menyenangkan menontonnya, dari bagian opening-nya saja ekspresi Ilhoon sudah sangat asyik. Kemudian rambutnya mereka juga bagus, mungkin agak sedikit kurang memenuhi selera karena kepanjangan pada model rambut Eunkwang dan Seungjae, tapi rambut Changsub bagus sekali! Masih tentang Changsub, dia sangat kurus. Kukira dia mochi. Paling keren adalah menit ke-2.20-an, saat Eunkwang keluar dari kelek. Pasti kalian tidak punya pilihan selain setuju.

Hyunsik menonjolkan semua vena-vena cervikalisnya di detik ke-50-an, disorot dari lateral dengan aksen anting-anting berujung lancip yang manis. Minhyuk pun, dengan rambut merah dan mulut agak dibuka sedikit, tampil dengan memukau. Apalagi Peniel yang masih berambut tebal di sini.

Masalah suara, tidak usah ditanya lagi lah, ya. Semua bagian dieksekusi dengan luar biasa. Rap-nya on point, musiknya tidak berlebihan dan tidak maksa. Beat-nya juga asyik dan tidak gampang dilupakan. Konsep keren, wardrobe detail dan sesuai, ditambah mata-mata yang menyala saat mereka syuting siluet. Tariannya tidak susah tapi berenergi. Dengan kualitas begini, mari bersyukur menjadi Melody.

Dari Balik Etalase

December 10, 2018

Ada uap yang mengepul dibalik cangkir kopimu sore itu. Hujan yang dingin di luar saling terbentur dan menjadi titik-titik air di kaca. Ada titik-titik air juga di sudut matamu, hilang ketika kamu pura-pura batuk atau menguap. Kelap-kelip cahaya lampu yang semarak di sudut pintu tidak sekalipun membuatmu tertawa.

"Kamu hanya mentari yang terbit di timur dan tenggelam kalau sore datang, kita tidak ada hubungannya," seru tikus tanah, bersembunyi dalam kerling matamu yang berkata. Kosong pikirmu berselimut katun yang kau pakai di sekeliling leher. Kalau tidak menunduk, pasti aku tidak sempat membacanya: gurat itu terpampang jelas di dahi dan senyummu yang hampa.

Dua pelanggan lagi tiba sambil memesan kopi-kopi kesukaan mereka. Aku sengaja salah memasukkan cokelat ke dalam cangkir ketiga untuk kuserahkan padamu saja, bersama sebungkus biskuit dan roti keju kesukaanmu. Kali ini, aku yang traktir.

"Saya tidak pesan ini," katamu lugu. Jelas kamu tidak mau sekadar menatap siapapun yang berdiri di sampingmu waktu itu, berharap dengan begitu aku tidak akan melihat kalau badai sedang mengamuk di bawah pelupuk matamu.

"Bukan, ini pesanan dari seseorang di telepon."

Aku berbalik dan kembali mengusap cangkir-cangkir yang basah. Dari balik etalase aku tahu bahwa sang tikus tanah yang kalang kabut tidak sedikitpun ingin tahu keajaiban dari mana yang membawamu kembali padanya.

'Cause You Are The Reason

December 08, 2018


Tahu tidak, apa yang menurut kita buruk ternyata bisa jadi suatu hal yang terbaik bagi diri kita. Misalnya saja waktu demam. Rasanya pasti nggak enak. Suhu tubuh panas, mau tidur biar lupa malah nggak bisa karena nggak nyaman. Mau main juga nggak bisa, apalagi belajar yakan. Tapi, ternyata demam itu dibutuhkan oleh tubuh kita. Bakteri atau virus yang menginfeksi tubuh kita bisa berkembang biak dan bertahan hidup dengan baik waktu suhu tubuh kita normal, sedangkan pada suhu tinggi pertumbuhan mereka terhambat. Makanya, demam itu bukan penyakit, tapi salah satu mekanisme pertahanan pada tubuh kita biar kita tidak langsung sakit parah.

Rasa cemas, ternyata juga adalah suatu peringatan yang diatur otak untuk mencegah diri kita celaka. Contohnya, saat mau menghadapi ujian kita cemas. Karena cemas, kita jadi merasa harus belajar. Biasanya, setelah belajar cemasnya mulai berkurang. Coba kalau kita tidak cemas, lalu jadi menggampangkan dan tidak belajar, bagaimana nasib nilai kita kemudian?

Hal-hal kecil yang setelah ditelusuri maknanya ternyata punya tujuan yang lebih besar ini membuatku percaya bahwa hidup itu dijalani saja dengan sederhana dan bahagia dan saling percaya.