Account Disabled

July 24, 2018

Aku sudah berhenti pakai instagram sejak beberapa minggu yang lalu (nggak ngitung). Rasanya biasa aja, juga tetap main hp maupun laptop tapi mainnya game. Sesekali buka ig lewat web browser karena dikirimi teman postingan bayi-bayi lucu atau kreasi-kreasi kreatif. Seterusnya, sudah tidak kepikiran posting foto di story dengan tujuan membagi kebahagiaan.

Waktu akhirnya aku disable account, ada pertanyaan kenapa dari pihak instagramnya. Kupencet karena ingin istirahat aja. Kadang memang rasanya racun sekali berjam-jam melihatin kehidupan orang. Memang sih, sekarang malah lebih ekstrem sampai jam 2 pagi bermain game. Tapi, rasa sesudahnya yang membuat berbeda. Instagram bikin iri, game bikin berimajinasi.

Kata orang, kalau kita tidak ambil pusing dengan media sosial yang toxic, dan bisa membatasi diri dan kontrol diri dan lain sebagainya, sebenarnya hal-hal itu tidak akan meracuni. Mereka tetap memiliki akun, mengepos foto dan sesekali saja melihat-lihat timeline serta tidak mengharap feedback. Masalahnya, bagiku itu hanya omong kosong. Tidak mungkin aku bermain ig dan tidak kecanduan. Kecanduan yang membuat sedih.

Aku cukup bersemangat memainkan permainan-permainan di hp maupun laptop, utamanya bermain peran. Seperti harvest moon, pokemon, the sims (yang baru bisa diinstall terimakasih untuk semua yang telah membantu dan mendoakan). Rasanya seperti belajar. Aku jadi ingat dulu waktu SD pernah bangganya bukan main karena tahu bahasa inggrisnya 4 musim akibat bermain harvest moon. Kalau diingat-ingat lucu juga.

Intinya adalah, aku sudah tidak main dan mungkin tidak akan main instagram lagi dalam waktu dekat ini. Untukmu apabila masih bermain instagram, aku sama sekali tidak melarang. Memang aku yang terlalu lemah sampai tidak bisa mengontrol diri dari racun-racun yang ditimbulkan apabila terus bermain.

Hubungi aku lewat line atau wa saja, ya!

Jatuh Cinta pada Korean Girl Group

June 25, 2018

Suatu hari di bulan puasa, aku menginap di sebuah penginapan bersama kakak dan mamaku. Karena ada TV kami pun menonton bersama. Saat itu sedang ditayangkan acara ragam dari Korea yang sering sekali kami tonton waktu aku masih di Surabaya. Bintang tamunya salah satu girl group yang sudah melegenda.

Sejak saat itu, aku jadi mencari di mana bisa streaming acara ragam di kosan. Kemudian aku menemukan suatu situs yang bisa menonton tanpa ada larangan, dari internet positif maupun larangan negara. Kemudian aku pun menonton. Sampai di suatu episode di mana bintang tamunya girl group yang baru debut tidak sampai lima tahun yang lalu.

Dari acara ragam, aku mulai penasaran dengan lagu-lagu K-Pop. Awalnya aku sangat tidak familiar dengan bahasa dan budaya yang mereka bawakan. Aku asal mencari di situs video terbesar di internet. Kalau tidak salah waktu itu kata kunci yang kuketik cuma "K-Pop".

Hari pertama aku mengalami kekagetan budaya. Tapi, aku tidak bisa berhenti menonton. Hari-hari berikutnya aku mulai menyadari bahwa aku lebih suka menonton grup dengan anggota perempuan daripada laki-laki. Hari berikutnya aku penasaran dengan tarian mereka yang energik. Lalu aku mulai menonton video latihan menari, acara ragam yang mereka bintangi, dan kali ini spesifik pada satu girl group yang pertama kali membawaku mencari "K-Pop" di mesin pencari.

Bodohnya aku, baru melihat video musiknya saja sudah memutuskan anggota mana yang aku suka dan aku tidak suka (hanya dari wajah dan perilaku di musik video). Setelah melihat acara ragam dan mengenal satu-persatu anggotanya, yang tadinya aku tidak suka ternyata jadi suka dan sebaliknya, yang aku suka ternyata kurang kusukai sifatnya.

Jujur saja, dulu aku tidak tertarik pada dunia Korean Pop karena tidak banyak anggota grup mereka yang bisa menari dan menyanyi (kalau tidak cuma menyanyi ya menari). Tapi, ternyata kesimpulanku itu salah karena menjadi bagus dalam bidangmu adalah sebuah pencapaian. Contohnya saja awalnya aku tidak suka anggota A karena dia hanya bisa menari (suaranya mohon maaf tidak terlalu bagus). Namun, ternyata dia lah yang membuat koreografi yang lucu dan mudah diingat untuk grupnya. Aku juga tidak suka anggota B karena senyumnya sangat terpaksa (dia adalah visual dari grup), namun ternyata tanpa kehadirannya terasa ada yang kurang. Mereka saling melengkapi dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing dan itu membuatku tersentuh.

Saat ini, aku mengakui membuat sebuah grup dengan anggota yang semuanya sempurna adalah sebuah hal yang kalau dipikir-pikir tidak seru juga. Dan aku harus berhenti iri pada teman-teman perempuan yang memiliki wajah lebih cantik maupun badan lebih tinggi dariku, karena seperti pada sebuah girl group, keberadaan kita masing-masing memiliki arti.

Aku dua kali lebih bersemangat setelah menari!

Household

June 19, 2018

Aku tidak mengerti, apakah itu benar atau dikarang-karang saja. Atau aku yang terlalu lugu sampai tidak pernah sekadar membayangkan bahwa yang di sinetron-sinetron itu benar-benar terjadi di luar sana. Yang jelas, selama ini aku tidak pernah bersyukur betapa nikmatnya punya kulkas, kompor, dan mesin cuci sendiri. Bukan main indahnya waktu pulang ke rumah dan punya sisa es lalu ditaruh di kulkas tanpa harus takut ilang.

Long Story Short

May 31, 2018

Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Lima tahun lalu kami masih kelas satu SMA. Kalau orang bilang cinta itu buta, maka waktu itu benar aku buta. Sampai-sampai yang kurasakan adalah heran waktu salah seorang temanku berkata bahwa motivasinya masuk SMA favorit adalah untuk mendapatkan jalur yang mudah menuju universitas. Sungguh egois, pikirku waktu itu.

Aku selalu berpikir bahwa almamaterku dulu besar karena kontribusi orang di dalamnya. Untuk itu aku harus berkontribusi banyak untuk membalas budinya. Aku tidak masalah tidak bisa-bisa paham integral, toh aku tidak mau jadi ahli matematika. Aku tidak masalah tidak bisa-bisa hukum kekekalan massa, toh aku dan fisika sudah jadi musuh sejak dulu kala. Tapi, aku paling tidak bisa kalau tidak ikut serta "membangun negara", katanya. Membangun lewat titik terkecilku waktu itu yaitu para calon pemimpin peradaban. Meski harus kena omel orang tua dari pagi sampai petang.

Aku selalu menganggap orang yang tidak sepemikiran dengan kami adalah musuh. Dan setiap musuh adalah bagaimana caranya untuk dikelabui agar tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Bodohnya, aku melawan guru-guru yang melarang kami berkegiatan hanya untuk meminta belas kasihan kepada pemimpin beliau-beliau yang memberi keputusan. Sungguh, waktu itu aku tidak punya muka dan durhaka.

Dan atas dasar apa angkatan yang melabeli dirinya sebagai generasi wacana seperti kami bisa merencanakan prestasi yang akan kami berikan kepada emak bapak agar sebagai gantinya adik-adik kami bisa mendapat pendidikan karakter--yang kami standardisasi sebagai yang paling ideal waktu itu--yang setara dengan kami?


Sampai pada suatu masa ketika aku harus berjuang sendiri menghadapi ujian masuk universitas. Teman-teman yang dulu sehari seminggu mengobrol tentang masa depan bangsa, sudah mulai khusyu' menekuni buku-buku soal demi masa depan diri sendiri. Apalagi ketika sadar bahwa salah satu jalur tertutup begitu saja bagi seperempat angkatan kami, termasuk aku. Aku penuh pemberontakan dan dikhianati. Aku penuh kebohongan dan tidak diberkati. Tidak suatu titikpun aku ingat ada guru yang mengingatku, selain kedekatanku dengan bapak-bapak luar biasa yang juga orang kecil seperti kami, yang waktu itu menghadapi "kekuasaan tirani" bersamaku, pikirku. Aku seperti kelelahan tanpa hasil. Aku hilang rasa percaya.

Hingga berdetik yang lalu aku masih menyangkal nuraniku dan meyakini bahwa apa yang telah kuperbuat selama SMA adalah sia-sia. Bahwa aku hanya seorang anak lugu yang sok idealis dan mau diperbudak penguasa. Dan segala kata-kata mutiara yang pernah kami rajut bersama hanyalah kalimat-kalimat penghiburan untuk hati kami yang menempati tempat yang tidak seharusnya. Aku tidak mendapatkan apapun. Aku hanya membuang-buang waktuku. Aku dilaknat karena berusaha menjadi sebaik-baik orang yaitu yang bermanfaat bagi orang lain, seperti tercantum di pamflet pendaftaran pengurus organisasi siswa waktu aku kelas satu SMA.

Tapi, aku tidak pernah menyangka bahwa aku akan sampai di titik ini, di mana aku melihat kembali ke belakang dan menyadari bahwa apa yang telah kami alami bersama adalah sama sekali tidak kecil. Ketidakberkahan adalah muncul ketika aku mulai tidak mengindahkan surga di kaki ibuku. Selebihnya adalah hal-hal indah yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Aku mensyukuri setiap detik perjuangan bersama teman-temanku dan mbak mas yang luar biasa. Aku kembali jatuh cinta pada cinta yang selalu kuperjuangkan dahulu saat masih dipelukannya.

Jadi, tidak masalah keputusan apa yang kamu pilih saat ini. Semua pasti datang dengan risiko masing-masing. Namun, selama kamu mau dan mampu menjalaninya maka tidak ada masalah. Toh, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.


Kuliah Sci-fi

May 24, 2018

Kuliah Congenital Heart Disease dr. Habibie membuatku menyadari bahwa ada banyak hal di dunia ini yang lebih penting dan lebih seru daripada bermain.

Pede Saja

May 18, 2018

Kunci dari belajar adalah dirimu sendiri.

Menurutku, pemahaman adalah hal yang lebih tinggi derajatnya dibanding nilai bagus. Dan setiap orang memiliki cara masing-masing untuk memahami sesuatu. Ada baiknya bila sistem penilaian tidak didasarkan kuantitas, tapi kualitas pemahaman muridnya. Sayangnya, hal ini terlalu abstrak untuk diwujudkan bagi 200++ murid satu angkatan sehingga penilaian dengan angka (maupun huruf, yang sebenarnya sama saja cuman biar terkesan "bukan angka") masih menjadi favorit. Karena, kalau dibuat isian nanti murid bingung bagaimana mengerjakan ujiannya. Kalau dibuat lisan nanti guru bingung bagaimana mengatur waktu dengan keluarganya.

Selama ini, ujian praktikum yang paling membuatku tidak ngerti harus ngapain adalah anat. Kalau cuma menghafal saja mungkin mudah bagi sebagian orang, namun sepertinya ada yang salah dengan neuron-neuron di otakku sehingga untuk menghafalkan suatu hal tertentu aku harus tahu jalan ceritanya. Anat, dalam kasus ini, adalah mata ujian praktikum paling tidak bisa dikarang ceritanya sehingga selama ini aku berpikir bahwa hal ini sangat menguntungkan orang dengan kemampuan menghafal mati.

Tapi, ternyata aku salah.

Suatu kunci yang baru semester tua ini kupahami adalah bahwa aku bisa memahami anat dengan baik melalui :
1. Membayangkan letaknya
2. Mengorelasikannya dengan klinis
Misalnya saja, ketika mengetahui bahwa Aorta descendens pars abdominalis nanti bercabang menjadi Truncus Coeliacus, A. Mesenterica superior dan A. Mesenterica inferior, aku harus tahu letaknya agar bisa membayangkan sebenarnya dia berada di mana. Dalam hal ini, aku berterimakasih pada pencipta youtube dan para konten kreatornya.

Dan bagaimana aku bisa menemukan bahwa youtube bisa sangat berguna adalah dengan mencoba.

Dan apabila aku hanya selalu berada dalam bayang-bayang belajar teman-teman, mungkin aku tidak bereksplorasi.

Bu Risma

May 15, 2018

Kadang, saya merasa hina karena kegiatan cuma belajar saja mengeluh.
Kadang, saya merasa jahat saat di sini masih bisa tertawa.

Bu, Ibu sekarang sedang apa?