Kisah Sedih di Hari Sabtu

halo ini sabtu paling wassalamualaikum sepanjang masa.

jadi ya ceritanya, jadwal kami sebagai sesama murid kelas 9 itu sangatlah padat hari ini. bayangkan saja kami harus sudah tiba di sekolah jam 7 pagi lalu mendapat bimbingan perkelas sampai jam setengah 11 kemudian kami melancong ke marina dan berenang-renang seperti katak tarantula sampai pukul 2 dan kami kembali lagi ke sekolah untuk latihan ansambel 240 anak bersama bu hartini.

jadi bisa dipastikan siapapun yang peduli dan mematuhi jadwal tersebut pasti tidak bisa bernafas terlalu lega atau nongkrong di pusat perbelanjaan masyarakat sabtu ini.

pagi pagi sekali, udaranya gerimis dan hujannya mendung waktu aku berangkat ke sekolah diantar mama dan kakak.
langsung saja pembinaan di ruang 2 bersama para penghuni 9.2.
sedikit info saja ya, guru bimbel yang ngajarnya paling klop selama proses pembelajaran itu diantaranya adalah mem martha, mem dwi, bu nur hidayati, dan pak heni. sayangnya kami belum menemukan data data valid tentang keklopan guru matematika sejauh ini, semoga saja nanti muncul suatu harapan di tengah jalan.

baru kemudian sekitar pukul 11 kami (aku, khansa, hed, dina, endah, sandya) meluncur(?) ke marina menebeng mobil dina.

sesampainya di marina ya sudah berenang renanglah kami timbul tenggelam lucu sekali dan tertawa sangat have fun~
lalu naik selurutan sama dina berdua tok yuhuuuuuu sangat romantis sambil melihat sunset imajinasi dina~

tapi aku dan dina tidak jadi makan bersama di restoran cepat saji karena dina keburu dijemput dan harus les:" akhirnya aku berkumpul bersama ghisa, muti, dan khansa yang mereka masing masing sudah memesan makan dan memakannya dan aku sangat krik krik karena SAYA TIDAK BAYA UANG LEBIH selain beberapa lembar dua ribuan dan seribuan serta selembar dua puluh ribu.

alhamdulillah sangu tersebut masih bisa untuk membeli gei dan jai coklat dengan chococips~~~

setelah cukup kenyang, khansa dipanggil listy untuk segera berlatih band kelas dalam rangka open air, jadi hanya tersisa aku dan ghisa dan muti. kami sholat, lalu memutuskan untuk segera berangkat ke sekolah. 

disinilah bagian terserunya.

jadi kami bingung mau naik apa, akhirnya aku dan ghisa menyuruh naik taksi (sangat sesat). jadi kami menyeberang jalan depan marina dan menunggu taksi. kebetulan kami dapat taksi--ehm--jeruk, yang pak supirnya merupakan supir berjam terbang menengah kebawah. intinya, masih newbie. lalu macet dimana-mana sedangkan waktu terus berjalan dan meteran tarif konsisten bertambah. 

sedangkan uang di sakuku cuma tersisa tujuh belas ribu pas.

dengan menggunakan bbm ghisa, aku membbm muti, tujuannya agar sang pak supir tidak dengar. kira kira begini :

aku : "he gimana ini kamu bawa uang berapa uang aku cuma bawa 17rb padahal ini masih jauh macet pula"
muti : "sudah kita pecahkan jendelanya lalu kabur lewat jendela"

kebetulan ghisa bawa uang titipan garskin, jumlahnya tidak sedikit. aku dan muti langsung tergerak untuk.....meminjam paksa.

aku : "gimana kalo kita pinjem uang ghisa"
muti : "iya, kita desak dia ambil uangnya"
aku : "kamu pegang lehernya aku ambil uangnya ya"

kelemahan ghisa adalah leher.

sayangnya, ghisa berontak.

pada akhirnya kami aku benar-benar putus asa, sudah nggak ada uang lagi di kantong selain tujuh belas ribu itu tadi, ditambah dua ribu hasil merogoh rogoh tas, padahal layar tarifnya itu sudah menunjukkan......tiga puluh tujuh ribuan.
olahraga jantung.


gimana kalo paknya jahat, lalu kita harus pinjam uang ke siapa??? kita harus gimana??? yaapa kalo kita dituntut disuruh bayar??? gimana??? gimana????????

pada akhirnya, kita minta turun di zebra cross depan de boliva, tapi jalur sebelah kanan. jadi nggak perlu muter jalan jawa.

terus paknya pake mbukain pintu segala pek :)))))))))))))

uangku ditambah uang muti dan uang ghisa, dibayarkan dalam bentuk recehan lecek ke paknya yang menunggu di pintu. lalu kami keluar dan mengucap terimakasih. sambil berjalan kami me.....rasani paknya.

"untung paknya baik" ujar muti.
"baik apanya pek, kalo baik itu dikasih diskon" sangkal ghisa berapi-api.
"tapi lho mana ada supir taksi yang mbukain pintu kayak gitu" dukungku pada muti.
"lho itu paknya menghalangi jalan kita supaya nggak kabur" jelas ghisa penuh percaya diri.
wah begitu rupanya! pintar juga pemikiran ghisa!
"harusnya kita tadi langsung duorong bapaknya sampai jatuh, lalu kita ikat dan jebloskan dia ke jok belakang, lalu kita tinggal lari" usul muti dengan cerdas.

sangat penuh keinginan jahat.

nguakak sekali:)))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))))


ekhm.

 
intinya, jangan berani berani memutuskan sesuatu tanpa memiliki persiapan tertentu.
jangan mengajak naik taksi bila tidak terdapat uang yang memadai.



 
nah, sampai di sekolah, ansambel tralal trilili, belajar sampai jam 4, sampek rasanya bibir sariawan semua.

kemudian pulang deh dijemput kakak~


walaupun sangat melelahkan dan sangat cuapek (?) tapi aku belum pernah se have fun ini sejak naik kelas 9 :))

mungkin salah satu faktor penyebabnya ialah hujan yang turun sepanjang waktu hari ini........


menyenangkan sekali!


dan sekarang, aku sedang dalam mood mengerjakan sesuatu.

bismillah semua lancar :)

Meluruskan Kegalauan

akhir akhir ini rasanya nggak semangat sama sekali,
tujuan mencang mencong kesana kemari


kayak sudah lupa ya cita-citanya masuk sma komplek.



kemarin waktu bimbel sama pak pip, kayak semacam dibujuk rayu dengan iming-iming 'pegang uang sejuta dua ratus'.

"anak smk baru lulus itu ada yang sudah langsung pegang uang sejuta dua ratus, lha anak sma baru lulus ya masih minta uang ke orang tuanya"

loh, semacam menggoyahkan kepercayaan sejak dini bahwa yang diinginkan orang tua adalah anaknya masuk sma.

"kalo dulu gitu mungkin keren gitu ya bisa masuk sma, sekarang itu kayak sudah ketinggalan jaman"

apa itu yang bikin kamu jadi nggak semangat belajar, fa?





dan disinilah peran blog kakak kakak yang berhasil itu,
membangkitkan lagi semangat yang hampir mati
memotivasi
lalu meluruskan kembali tujuan yang nggak jelas seenaknya sendiri


ifa, yang dilihat itu bukan materinya, bukan "kamu baru lulus sudah mandiri sekali pegang uang sejuta dua ratus pasti kelak berhasil" ah apa iya seperti itu tidak juga kan hanya Allah yang tahu.
belum tentu masuk situ jadi kayak gitu belum tentu masuk sini jadi kayak gini belum tentu itu semua tergantung bagaimana kamu menyikapinya itu semua takdir sudah tertulis di kitab tidak tahu apa ah mentus saja tapi yang jelas itu ya seperti itu.


dan yang harus kamu lakukan adalah percaya pada dirimu sendiri, seperti barbie.


kemudian aku pun sadar,
bahwasanya,
aku pingin kayak mbak mas itu,
tujuanku bukan kesitu,
aku pingin sekolah disitu,
aku harus bisa sekolah disitu.

bismillah