Etvencuer, Tapi Malu

malu
muuuuualu
mawuwuwuwualu

ya, tapi ini adalah suatu upaya
gebrakan
dan pembelajaran
jangan malu malu lagi
ya itu khusus buat itu
ini buat geje geje

i love you beybe 3x alihkanlah padaku

good night dan tft

dan yak
selamat petang
hari ini ponrom di sekolah
mengenakan baju muslim
dan pulang pukul 20.00

berisikan materi
dan hafalan
mencerahkan jiwa dan raga
lalu minum es cao dan makan pisang goreng sebagai ta'jil
kemudian santap malam dengan gelisah di kantin

dan berkolenk kolenk ria dengan ghisa devina alivia dan melinda
yezzz we r family:|

geje. #klnkfam

pulangnya kena angin
wuss wuss merinding

jadi pusing

wassalamualaikum.

Lasso 9 kali

Tempat : rumah mas nizar
Waktu : mulai-selesai
Acara : sholat, cerita-cerita, kenalan, buber, foto, tos, dll

ya gini ini ceritanya anak kelas x barusan gaya gaya ikut acara gen.....


part of lasso
name tag
Kesan :
1. asyik, senang, sungkan, terkagum-kagum.
2. banyak berjumpa dengan mbak mas legendaris (maksudnya yang sering lihat di facebooknya embak, atau pas lagi blogwalking, belum pernah ketemu langsung apalagi kumpul jadi satu) yang sudah banyak pengalaman dan banyak belajar dari situ juga.
3. jadi terima tamu itu susah.
4. es jeruknya enak.

Pesan :
sukses

Etvencuer

hwell yeah
rasanya habis blogwalking kali ini itu...
kayak pingin cepet-cepet mengalami suatu gebrakan baru dalam hidup,
tapi juga takut untuk cepet-cepet mengalami suatu gebrakan baru dalam hidup,
jadi cuma meyakinkan diri sendiri
bahwa
kami bisa!
*lalu foto di lapangan tengah*

nggak, salah.
rasanya kok ya blog ku isinya gapenting dan lack of adventure kayak mereka ya
*otw buka posting lama*
*nggakpenting*
*menyesakkan* 

yawes liat aja nanti lak adventureku jadi banyak!
bismillahirrahmanirrahim

Waktu Malam-malam dan Simulator sebagai Moodbooster



malam-malam dan aku suntuk
bosan tiap hari kenyang makan rasa bete
dan waktu rasanya dunia mau runtuh,
ngobrol dan bercanda bareng teman-teman akrab "Simulator" memang obat paling top begete


intinya,
ketawao((((((((:

:"D



semangat,
"wawan", "fathur", "sasa", "ifa":3

Perempatan Seberang GO Kusbang Sore Ini


alhamdulillah.
saya sudah sma.

namun, di sma,
kehidupan ini beranjak jadi serba abu-abu.
padahal, rok abu-abu sma kelihatannya biru,
iya, biru, sebelum akhirnya jadi abu-abu
karena dimakan jaman.

ketika bersabar menunggu bemo sore ini,
saya kembali diuji
seperti pengalaman 3 tahun lalu
ketika pertama kali bergelut dibidang bemo bemoan di dunia ini


karena menemani dina dan muti yang akan naik C dari depan go kusbang,
saya pun turut menunggu di perempatan seberang go kusbang
alasan : tidak ada teman
padahal disitu juga tidak ada teman.

terus menunggu bemo
waktu pun berlalu
hingga akhirnya
hiyey
muncullah sesosok coklat muda bemo F
yang tampak melaju kencang dengan keadaan kosong


namun pak bemo tersebut
entah kurang peka atau php atau tidak fokus atau bagaimana
ya melesat saja
tidak peduli anak sekolahan yang menunggu dengan dag dig dug di perempatan seberang go kusbang.

dari sini saya mengintrospeksi diri,
mungkin pak bemo nggak paham saya akan naik bemo
mungkin saya kurang jelas menampakkan gerak gerik ingin menjadi salah satu penumpang.
oke, lain waktu saya akan benar-benar memberi kode!


dan begitulah
saya pun kembali menunggu
dibalik bayang-bayang pepohonan
didepan warung yang menjual nasi bali
dan sesosok kecoklatan yang lain pun datang
kini berhenti tepat di depan saya
tapi ternyata
jeng jeng
bemo tersebut penuh
dengan murid-murid berseragam putih-putih smk

penuh sesak, saya juga tidak mau membebani para penumpang lain dengan kehadiran saya diantara mereka,
jadi saya melambai pada pak bemo
"nggak cukup, pak!"
namun pak bemo ngotot
memaksa saya naik
"saya sudah berhenti ini lho," mungkin batinnya
namun saya tetap diam
dan pak bemo pun menoleh ke belakang
barulah beliau melihat
kesesakan yang nyata

pak bemo memutuskan untuk melesat pergi
namun sebelum itu
masih sempat beliau menatap sinis pada saya
dengan tajam dan terluka
seakan berkata,
"PHP"


saya mengerang
kenyataannya, mendesis
lalu menampar pipi kanan pelan pelan
dan kemudian menyadari
dua gadis berjilbab di seberang jalan
masih kecil, mereka menjajakan koran
ditengah kepul asap kendaraan

saya melihat seragam saya yang masih cemerlang
baru
jauh dari jilbab kecil mereka yang sudah lusuh
pipi-pipinya tercoreng sisa pembakaran knalpot
mereka memandangi saya lekat-lekat







saya malu.

saya merasa kecil.













dunia ini keras.
saya,
yang mengenyam pendidikan lebih dari mereka yang masih kecil,
haruskah marah atas tatapan sinis pak bemo?
pantaskah lelah atas tindakan mengabaikan yang dilakukan beliau beliau?
tidak malu apa, dengan mereka yang enjoy saja menjalani nasib, yang lebih dingin dan keras dibalik tetumpukan koran?
tidak gengsi apa, kalah cerdas emosinya dibanding mereka yang sabar menghirup tertawaan dunia?










saya kembali mengintrospeksi diri
baru kemudian sesosok kecoklatan yang terakhir datang
saya menghadiahkan lebih untuk pak bemo yang ini
karena sukarela memberi tumpangan pada anak sekolahan seperti saya
karena bbm naik
dan untuk kesejahteraan bersama








apa artinya empat ribu rupiah dibanding pengalaman sejuta dollar di perempatan seberang go kusbang sore ini?

Php

ya, yagitudeh.
nggak ngerti ah.

Welcome

judulnya sih, sederhana
sesederhana kesederhanaan sederhana
tapi, isinya ternyata lebih kompleks
jadi waktu sejam itu kurang kan ya
apalagi dikali 3
mengantuk pula

yah, welcome ya dek
welcome \^o^/

._.
.