Motivasi UAS : Nilai Bagus, Tiket Sesuatu-sesuatu Ke Depan

jaga sekret, sayang fisika selangit

Fudge

pukul 10:39, bersemayam dalam semu.
*You and Me by Lifehouse played at back*

Kertas kado yang membungkusnya masih utuh. Ia tidak mau membukanya, bahkan mendekatinya pun enggan. Disibakkannya tirai violet dari dinding, hujan. Mendung sudah membasahi kota sejak kemarin.

Boneka beruang berbulu cokelat duduk manis di samping lemari pakaiannya, menatapnya kosong. Beberapa lembar kertas masih menumpuk di meja belajarnya. Cahaya remang-remang membanjiri ruangan, selain itu hanya gelap yang tersisa.Wajahnya sembab walau tangisnya sudah berlalu berjam-jam lamanya. Ia kembali menatap keluar jendela, tepat ketika sebuah mobil berhenti dan parkir di taman seberang rumahnya.

Ia mengenalinya sebagai sebuah mimpi yang tak pernah muncul dalam tidurnya.

"Aku tau ini yang kau inginkan, aku berharap kau menyadarinya," suara itu berat dalam ponsel yang berdering lembut.


Ditangannya kini bergantung sebuah beban yang lain lagi,

Ia memejamkan mata ingin menangis.

pukul 10:53, berbaring dalam kebimbangan.

Eclair

pukul 23:54, di sudut sebuah ruangan kecil di ambang garis pantai.
*Clocks by Coldplay played at back* 


Ia menatap sekeliling yang sepi. Ruangan itu memang tidak cukup besar untuk dimasuki barang 5 anak saja, tapi cukup kecil sebagai tempat perlindungan dirinya dari dunia. Sejarah yang tertoreh di dalamnya selalu membuat hatinya meremang. Kesunyian yang memekakkan telinga melingkupi malamnya yang dingin.
Tiba-tiba Ia tenggelam dalam lamunan. Di tengah renungan yang cukup singkat itu Ia melihat jauh ke belakang, menyusuri jejak di waktunya. Heran jelas terpancar ketika Ia sampai pada sebuah titik yang membuatnya terhenyak.
Seakan baru tersadar, Ia tersenyum.
Ia telah melangkah sejauh ini untuk bisa sampai ke tujuan.

"Aku berharap, cermin itu tidak pernah pergi jauh dari bayanganku." tekadnya dalam hati.

Lalu kembali Ia terlelap dalam mimpi.


pukul 00:02, beranjak pergi dengan semangat.

Shield of Strength


"when you try your best but you don't succeed,
never wait for them to fix you
fix it by yourself."

tinggal menghitung detik buat uas pertama di sma,
meninjau lebih lanjut dari berbagai macam hal yang terjadi akhir-akhir ini, close enough to start a war.
remidi bertaburan kayak meses coklat di atas donat,
atau gula gula halus diseluruh permukaan roti isi selai strawberry
atau jelly di melon milk jelly bikinan mbak poci.
tst berjalan seret karena semua orang tst.
kini, tibalah di penghujung semester 1.

dan aku mulai paham maksud pk kwku bilang gitu.
bahwa ketika kamu menargetkan dirimu untuk menjadi pribadi yang lebih baik, sebenarnya itu adalah target yang jauh lebih tinggi dari apa yang bisa kamu bayangkan.
dan ketika kamu merasa mendapatkan sesuatu yang lebih dari apa yang kamu targetkan, sesungguhnya apa yang kamu dapatkan adalah yang paling pas.
karena mungkin kamu hanya bisa berubah jadi lebih baik ketika mendapatkan apa yang kamu dapatkan itu.

segalanya bisa berubah, segalanya berproses. entah jadi baik, entah malah jadi buruk.
bukan berarti ketika seseorang bilang A maka kedepannya nanti bakalan terus jadi A
bukan berarti ketika seseorang awalnya dapat B kedepannya nanti bakalan terus terusan B
semua ada perjalanannya, dan di dalam perjalanan itu segala hal bisa terjadi.

jadi, percaya, uasmu bakalan dapat nilai yang terbaik buat kedepannya
nggak perlu sempurna, karena nobody's perfect
tapi seenggaknya, masio uhmu masih ancur, uasmu nggak gitu.
dan jadi kado terindah gitu ceritanya!><


tetep dijaga komitmennya, amanahnya, semangatnya
stop complaining, start doing
rendah hati, bukan rendah diri

H A P P Y  F I N A L  E X A M  W E E K
B U I L D  T H E  S H I E L D,  D E A R  C O L D - H E A R T E D  O N E!

Gen

memang sih rasanya kalo dibandingkan sama bapak ibu guru atau mbak mas atau alumni kok ya sungkan kalo harus ngomong panjang lebar masalah ini karena wawasan yang tak punya tentang untung rugi, baik buruk, positif negatifnya masih kurang dibanding pertimbangan, yang mungkin dari rumor yang beredar, udah ada
tapi sungguhan ini ngomongnya dari hati, murni dari apa yang tak rasain dan mungkin dirasakan sama anak anak juga
kalo sistem gen di smala itu
luar biasa.

ada genj1, ada angels, ada b3st, ada 4team, ada limo, ada classix, ada djitoe, ada arspan, ada lasso, ada ssosh, ada aksi
walaupun pada akhirnya aksi mungkin harus berhenti di tengah jalan setelah bulan maret nanti, yang sungguh bukan kabar baik se buat aku karena aksi gimanapun juga part of smala, part of us

meskipun aku mungkin belum bener bener paham dan belum bener bener ngerti seluk beluk dan sejarah pergenan dari awal mula sampai udah semodern ini,
tapi
aku suka
dan merasa memiliki
dan nggak rela rasanya kalo sistem yang luar biasa ini harus dihapuskan dengan alasan entah a entah b c d e atau seterusnya

memang mungkin bukan jos karena gen nama baik almamater bisa meningkat
memang mungkin bukan jos karena gen prestasi siswa jadi menanjak
tapi, mungkin, jos karena gen, smala jadi punya arti tersendiri buat smalane
jadi istimewa
dan istimewa bikin jadi sayang
sayang menumbuhkan rasa ikut serta memiliki
kalau sudah merasa memiliki, loyalitas kayaknya nggak usah dipermasalahkan lagi

sekolah itu bagaikan rumah,
rumah itu nggak lengkap tanpa keluarga
dan dari gen, unsur yang bikin kita jadi merasa memiliki sesuatu yang seragam,
rasa adanya keluarga itu bisa bener bener ada di sekolah yang harusnya bisa jadi seperti rumah
atau lebih baik

bukan sebagai ajang perploncoan apalagi penindasan, nggak sama sekali
mungkin buat modus sih, dikit, dikit aja kok...
tapi serius, kok ya rasanya menyandang nama gen itu adalah
bentuk pengucapan kasih sayang buat kami, tanpa kata kata


ini lho, dek, kamu di gen ini
lho ini adek genku
halo mbak mas gen
hala itu lho mbak itu gen itu, mas itu gen ini

tanpa mengurangi aspek hormat sama bapak ibu guru lho, ya
 
 
alay se tapi nggaktau kenapa aku suayang,
sauayang sama lingkup keluarga ini


jadi, gimanapun nanti
bener atau enggaknya rumor ini,
tolong, jangan hapus sistem gen dari smala, ya buk, pak, mbak mas,
aku sudah kadung sayang
kami sudah kadung sayang.

Bertabur Sayang

pas ini aku nggak bisa tidur.

bukan gara gara mimpi buruk atau apa, tapi kok ya rasanya lagi pingin melekan aja, padahal sih rasanya udah cuuapek gitu nggaktau ya. biasanya capek yang paling mencapekkan itu capek hati, entah di kecewakan sesuatu, dapet respon negatif dari sesuatu, atau dimarain karena sesuatu. yaa udahlah hidup emang berjalan bahagia terus seusai dengan persepsi kita.

aku makin nggak ngerti sama jalan pikiran sesuatu, banyak orang sih. tapi coba dilihat dari sudut pandang yang berbeda, terus ceritanya sulapan semua jadi masuk akal. emang sih ketika kamu selalu berada di atas tingkat kepekaanmu sama keadaan sekitar jadi makin berkurang. karena orang orang yang paling baik sama sesama adalah orang yang paling disakiti.

hari ini aku belajar bahwa tulisan di buku nggak perlu mepet mepet kecil kecil dempet dempet, semakin ada renggang semakin kelihatan bernafas.

dan lihat suatu permasalahan dari banyak sudut pandang yang berbeda, itu bukan cuma ngomong doang tapi coba diterapkan ntar baru ngerti.

dan jangan memperlakukan seseorang secara semena-mena seakan semua orang punya pikiran dan perasaan sama kuatnya kayak sesuatu yang kamu pikirkan karena mereka juga manusia dan punya hak yang sama dan kamu siapa sampek bisa kayak gitu ke mereka.

kemudian jangan egois dengan kepentingan sendiri, walaupun rasanya sangar jadi dewa yang mengatur bergerbong-gerbong kereta tapi bukan itu namanya kalo nggak bisa mengarahkan gerbong kereta ke tempat tujuan yang ditarget sebelumnya.

kadang apa yang kita anggap sesuatu yang paling melindungi kita ternyata sama berdurinya dan bahkan bisa lebih nyakitin daripada apa yang ada di luar sana.

nah terus ini sebenernya cuma random aja, apakah pelayan pantas random aku juga tidak begitu paham tapi sepertinya aku sudah mulai kangen njebece.


tapi jauhnya lho nggak kolu.



sekali aras-arasen rasanya kok ya aras arasen bahkan nggak pingin peking dan pinginnya nggak usah peking aja terus dibatalin semua soalnya yaa muales gitu pek itu juauh dan banyak urusan yang harusnya nggak ditinggal gitu aja dan sejujur jujurnya skala prioritasku kok ya nggak menomor satukan itu tapi ya plis fa kalo bukan dari mereka kamu ada dan bisa kayak sekarang ini lho darimana.


fairytale, masih nggakpaham gimana ceritanya bisa jatuh ke lubang alice.

bukan alice sih, cinderella.

jadi gini rasanya temanan sama libra, oke ngerti sekarang kenapa kok kalo kata twitter sih orang susah muvon dari makhluk yang berjiwa itu.




aku bingung, tapi bukan bingung gara gara keadaan karena kita gabole menyalahkan keadaan.



aku percaya, kepercayaan itu lebih nyentuh daripada protes apalagi su'udzon.

Seri

ngangenin, capek, putus asa, bikin emosi, banyak versinya, versi cowok, versi cewek, versi + carrier, hadiah, hukuman, penghargaan, bikin berotot, lucu, nggak kuat, jenuh, sehat, kram, sampek nangis, berat, dibantuin, harusnya kalo dibantuin jadi ringan tapi malah jadi nggak nyaman, disemangatin mbak mas, tapi juga dimarahin, bukan dimarahin tapi diajarin, legendaris, turun temurun, menambah pengalaman, tangan kotor, pundak njarem, lengan atas sakit semua, di tempat miring biar ringan, tapi nggak boleh sama mbak mas, tabungan masa depan, masih utang beberapa puluh ntar dibayar, di lantai licin, di tanah nggak rata, di ponco nggak enak, bikin melek, bikin koleng, bikin nggak kedinginan, tapi ya nggak pas bangun tidur juga kali.


bikin bahagia.


masih ada yang ngantuk, turun 1 seri!