Aku, Pak Mun, dan Sakit Perutku

January 29, 2014

suatu siang ketika perjalanan menuju kantin, aku dan ratu bertemu sesosok pak mun yang sedang duduk di bangku di lobby kelas x. terdorong keisengan, kerinduan, dan keinginan untuk sambat, aku menghampiri pak mun dan duduk disebelah beliau.
"pak mun perutku saakiiiiiit :( " -aku
"lho apa salahnya? memangnya kamu nggak boleh sakit?" -pak mun
"pak muuun :( " -aku
"yasudah kamu harusnya bersyukur lho perutnya sakit, atau mau dibuang aja ta perutnya?" -pak mun
"lho kok dibuang :( " -aku
"iya, bagus lho itu kalo dibuang kan kamu jadi nggak perlu membuang-buang waktu mengeluarkan zat zat yang tidak diperlukan, karbondioksida, apa, apa" -pak mun
"mati laan pak :(" -aku
"kita bisa hidup seperti tumbuhan! menyerap karbondioksida dan mengeluarkan oksigen" -pak mun
"tapi kan manusia nggak ada klorofilnya paak" -ratu
"kenapa tidak kita ciptakan inovasi agar manusia punya klorofil klorofil itu?
hahaha semangat ya peh!"
-pak mun:')




kemudian siangnya, sepulang dari praktikum di lab fisika, aku kembali melewati pos yang kala itu sedang dijaga pak mun. dengan wajah masih bete dan bersedih, aku berjalan agak jauh karena pintu gerbang koridor kelas xnya ditutup. namun tiba-tiba pak mun memanggilku, "peh, peh!" begitu serunya. kemudian aku menghampiri pak mun.
kata pak mun, "tertawa lebih baik daripada sakit peh, semangat ya!"
aku pun tertawa-tawa sambil bersalaman ala pak mun.
"iya pak, terimakasih pak mun juga semangat loya!"

:')

You Might Also Like

0 comments