Posts

Showing posts from November, 2014

Sebuah Nama, Sebuah Cerita

terkadang mencari barang senama saja yang familiar di deretan panjang orang-orang asing merupakan suatu hal yang : bersemangat dan penuh harap pada awalnya, namun meninggalkan after taste yang tak pernah senyaman itu. orang bilang, kamu hanya tahu namaku, bukan ceritaku. dan siapapun yang memelopori opini tersebut di masyarakat patut mengapresiasi diri sendiri karena quotes-nya masuk jajaran tertinggi paling banyak dicari--dan dibuat lebih artistik dengan foto a la tumblr. tapi, bukan itu. kadang, dalam pemikirannya yang paling dalam, sangkalan dan tuduhan mengenai hakikat nama menjadi salah satu topik segar untuk diperbincangkan. tapi juga mbulet. aku, mungkin termasuk di antara orang-orang yang percaya bahwa kepercayaan mampu merubah dunia. dan begitu juga dengan harapan yang terkandung dalam setiap nama yang dianugerahkan bagi suatu hal. mengapa tumpukan kayu itu bernama meja, mengapa tumpukan kayu yang lain disebut kursi, mengapa sendok dan garpu tidak tertukar. ada kalanya manus…

Lagi-lagi Percaya

Image
ketika kamu percaya akan rencananya-Nya, yang kamu nggak tau bakal iya atau enggak, yang kamu have no idea sama sekali, tapi kamu percaya, kamu cuma perlu mempercayainya, tanpa tanya kenapa.
karena tiga tahun lamanya masih kerasa nggak masuk akal buat benar-benar jadi nyata siapa yang nyangka?


throwback here

Untuk Mengucap Semangat Saja Enggan

aku begitu sibuk mengurus aku, tapi menggerutu minta diurus mereka padahal mereka yang terdiri dari banyak aku, ternyata hanya sibuk mengurus aku siapa yang mengurus aku kalau bukan aku? benar, tapi juga salah
tidak ada yang menghibur lebih baik dari keyakinan diri sendiri tidak ada yang lebih mengerti daripada hati tapi sejatinya, hati ini punya siapa? manusia, kan, hanya meminjam saja
zaman sudah berubah, aku tahu kami tahu yang aku tidak tahu bagaimana para leluhur menghadapi perubahan zaman ambil saja contoh dari zaman batu hingga zaman perunggu apa orang-orang zaman batu (yang masih hidup lebih lama) juga memprotes orang-orang zaman perunggu (cucu cucu yang lebih maju)? apa mereka juga sama ingin tetap teguh menggunakan batu? atau dengan mudah menerima perunggu? aku cukup bertanya tanya.
aku ini apa?
jiwa yang terperangkap dalam jasad manusia?

lalu,
aku harus bagaimana?


Angkara Peluh

sesuatu yang menyesakkan tulang rusuk yang rusak menusuk patah keping ranting kering kehitaman yang sudah gugur aku tahu ini bukan saatnya menjadi sok tahu bahkan langit menertawakan lamunan pilu anak manusia tak kunjung reda derai tawa diselingi hujan yang membiru
sombong, begitu kata mereka.
seandainya saja.