Posts

Showing posts from December, 2014

Greetings, My Friend

Pagi ini cukup cerah. Semalam hujan deras tapi sedikit petirnya. Aku terjaga sampai larut malam, karena sekarang berbicara tak perlu melulu bertatap muka. Banyak hal yang dibicarakan, dan tak sedikit di antaranya berupa pertanyaan-pertanyaan menggelitik dan kritis yang muncul lagi muncul lagi. Sampai aku menyadari ada yang kurang tepat dengan postinganku malam itu. Berawal dari sebuah kabar yang berdesing di telinga tentang kondisinya waktu itu. Kebetulan, pertanyaannya hampir sama dengan yang kutanyakan akhir-akhir ini. Aku melalui angin kering dan basah karena hujan untuk jawaban, tapi tak pernah benar-benar mendapat yang terkuat. Tahu kan, bagaimana bertahun-tahun yang lalu aku begitu iseng bertanya : Allah mengetahui segalanya, tapi mengapa Nabi Adam harus melalui kisah hidup di surga, makan buah khuldi, baru diusir dan hidup di bumi, kenapa tidak langsung diletakkan di bumi saja? selebihnya baca di sini Kurang lebih jawaban yang menguatkan seperti itu yang kuharapkan, tapi hasil…

Kenapa?

sudah nggak kehitung berapa banyak "kenapa" yang kulontarkan ke bela
sesuatu yang ia sebut sebagai cabang pemikiran nakal
yang seringkali kembali lagi kalau belum mendapat jawaban yang tepat
garis bawahi yang tepat
karena sudah banyak jawaban tapi masih tak memuaskan

dan yang kulewatkan adalah,
ternyata dunia bukan hanya tentang tanya "kenapa?"
tapi,
bagaimana kamu dapat menaklukkannya.

Keajaiban itu Bukan Suatu Kebetulan

Image
          Dan, cinta sekali lagi membuktikan kekuatannya malam itu kalau cinta ada untuk cinta itu sendiri, bukan untuk dimiliki, bukan untuk Genta, bukan untuk Dinda, bukan untuk Riani, bukan untuk Zafran. Cinta memang ada untuk dicintai dan diungkapkan sebagai sebuah jembatan baru ke pelajaran-pelajaran kehidupan manusia selanjutnya. Cinta yang akan membuat manusia lebih mengerti siapa dirinya dan siapa penciptanya. Dan, dengan penuh rasa syukur akhirnya manusia menyadari bahwa tidak ada cinta yang paling besar di dunia ini kecuali cinta Sang Pencipta kepada makhluk-Nya. Tidak pernah ada cinta yang bisa dimiliki oleh manusia, kecuali cinta dari Sang Pencipta--yang tidak pernah berpaling dari manusia dan selalu mencintai makhluk terbaik ciptaan-Nya. Sang Pencipta tidak pernah memberikan apa yang manusia pinta, seperti cinta... Ia memberi apa yang manusia butuhkan.
...adalah sebuah paragraf utuh tentang definisi cinta paling masuk akal yang pernah tak baca. Siapa yang belum pernah bac…