Posts

Showing posts from August, 2015

Dia Masih Akan

Dia masih akan pergi ke pesta.
Dia masih akan tertawa, dan bermain, dan berbincang-bincang.
Dia masih akan bangun di pagi hari dengan atau tanpa kehadiran orang lain, menyeruput teh dan bermain tic tac toe sambil sarapan bubur ayam.
Dia masih akan memikirkan masa depan bangsanya.
Dia masih tak akan mengerti bagaimana rasanya untuk menjadi apa yang orang lain jadi.
Dan dia masih akan tetap meninggalkan tanda tanya tanpa sedikit pun penjelasan.Dia masih akan melakukan itu semua,
karena dia bisa.

Berlari

Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya dan berdoa, Ia melaksanakan literasi.
Alif Fikri sedang menunggu kehadiran faks dari politisi untuk wawancara TV lokalnya di Kanada.
Ia tak membuang banyak waktu, segera menyerahkan resume pada Bapak Guru di kursi yang tinggi.
Kondisinya tidak enak, tapi ditepisnya jauh-jauh rasa mual di tenggorokan.
Rekornya tak begitu memuaskan minggu lalu, hanya dua puluh satu koma empat puluh enam menit.
Korupsi tiga menit empat puluh enam detik dari jatah maksimalnya.
Stretching, bukan keahliannya.
Tapi hari ini dengan kaos kaki pendek berlorek-lorek Ia meregangkan pergelangan tangan, kaki, betis, badannya yang kaku di depan lobby kelas sepuluh, dengan serius.
Kembali terbayang perjalanan penuh peluh dan polusi dari truk yang lewat di kesempatan yang lalu.
Ia harus mengejar ketertinggalan tiga menit empat puluh enam detik dengan kondisi hati yang masih trauma.Apa Ia bisa?Ketika detiknya mulai berjalan Ia melangkah kecil-kecil tapi pasti.
Di pinggir-pinggir s…

Cerita Senja

Komitmen itu nggak gampang. Komitmen itu nggak mudah.Aku melangkah memasuki dunia di mana komitmenku digonjang-ganjing terpaan angin. Mau bilang sama siapa? Masak mereka bakal ngerti?Ingin rasanya aku jujur-jujuran saja, bilang pada dunia, toh masyarakat juga sudah terlanjur melegalkan yang ilegal. Toh semua "masih" baik-baik saja. Toh, aku nggak melakukan hal yang salah.Aku memiliki alasan atas apa, dan bagaimana aku bertindak. Aku tahu aku hanya bagian dari anak muda yang sok tahu tanpa pikir panjang. Tapi aku sungguh tidak tahan dengan apa yang mereka sebut sebagai, entahlah, komitmen?Salahkah bila aku bertingkah sebagaimana manusia?Aku bukan malaikat yang selalu benar. Aku bukan nabi yang bisa sempurna, kalau kata lagu. Aku ya juga sakit hati kalau jadi yang paling tidak diceritani waktu ada masalah, bahkan di lingkup paling dekatku sendiri.
Masio aku masih bisa dibilang paling jauh rentang umurnya.Bicara tentang apa yang disebut fase perubahan, aku tahu tidak bijaksana b…
Ah, jadi begini rasanya