Posts

Showing posts from November, 2015

Aluna

Dan ketika matahari mulai terbit pagi ini, Ia tahu tak ada yang perlu ditakuti.

Apa Salahnya Mempertahankan Idealisme di Tengah Dunia yang Kamu Bilang Tidak Karuan Ini?

Aku sering menghindari menulis tentang cinta.
Rasanya aneh saja, ketika kamu membicarakan suatu hal yang belum pada waktunya. Aku takut salah bicara. Salah menanggapi. Karena pikiranku masih terlalu naif untuk bisa merangkai sepatah dua patah kata, yang pasti akan terlihat sangat fana dan dibuat-buat, toh aku belum memaknainya dengan sungguh-sungguh--atau mungkin kurasa aku baik-baik saja di titik ini, tapi sebenarnya masih belum cukup.
Aku hampir tidak suka membaca novel romantis. Genre novel remaja yang umumnya bercerita tentang petualangan keterikatan antar dua insan. Tentang mereka yang bertemu di kafe, melihat pelangi, angan-angan bersanding dengan cowok begini dan cewek begitu, tak sengaja bertabrakan di koridor dan menjatuhkan buku-buku... Fiksi itu malah sering membuatku merespon "halah opose iki". Dan berbicara tentang itu membuatku merasa lemah. 
Tapi di suatu sore yang anginnya agak gerah karena mau hujan, pikiranku berjalan kemana-mana. Mencari arti sesungguhnya …

Kamu Nggak Punya Tempat di Hidupku Ketika Kamu Mulai Berbohong

Kadang manusia bisa seegois itu untuk tidak memikirkan perasaan orang lain ketika Ia hanya memikirkan kepentingannya sendiri dan berbohong.Lalu, masa bodoh, karena kebohongan hanya membawa kebencian dan keburukan yang nggak akan bisa kamu mengerti ketika kamu nggak tahu bagaimana rasanya.
Semulia apapun latar belakang yang bisa kamu pikirkan untuk berbohong, itu cuma alasan yang kamu buat demi setan.
Dan meski buat kebaikan atau kepentinganku pun, nggak ada alasan buat kamu berbohong.
Berbohong demi kebaikan itu omong kosong.
Kamu cuma memikirkan alasan fana dan mencari-cari keterkaitannya, kemudian menyalahkanku sebagai penyebabmu menyampaikan kebohongan.Karena aku tau aku sudah nggak ingin, dan nggak bisa toleran.
Kamu nggak punya tempat di hidupku ketika kamu mulai berbohong.Semoga Allah mengampuni dosaku dan dosamu.

"Kadang sesuatu yang jelas terlalu menyakitkan untuk dilihat"

Hari ini kacamataku dirawat inap di sebuah optik di pusat perbelanjaan dekat sekolah. Saat perjalanan pulang aku melewati jalanan yang sama yang kulewati tiap malam, tapi pemandangannya berbeda. Lampu-lampunya menyala tapi tidak kelihatan jelas karena minus mataku. Akhirnya malah jadi indah. Karena seperti bercak atau foto vintage yang gaya-gaya di pencahayaannya. Warna-warni, dan cantik. Aku tersenyum karena senang.Lalu aku bercerita pada grup senamku. Aku khawatir tidak bisa senam dengan baik. Lalu Chikem malah memberi kata mutiara. Mungkin karena namanya memang mutiara.Kata-katanya begini :"Kadang sesuatu yang jelas terlalu menyakitkan untuk dilihat"Aku melihat sesuatu yang membuatku sedih hari ini. Aku jadi bertanya-tanya seberapa besar dampak indera penglihatan pada suasana hati.
Oiya, selamat hari ayah. Mari menjadi anugerah dengan membenahi diri jadi anak soleh.

Belajar di Taman Kanak-kanak Impian

Mungkin tidak ya, kalau sudah aku besar nanti
Kubangun taman kanak-kanak
yang menggalakkan budaya antre
untuk anak-anak negeri
biar tidak aneh
orang Indonesia
saking tolerannya
sampai menoleransi
keserakahan diri
sendiri
dan menoleransi
keinginan
untuk selalu bersama-sama
seperti kepiting
yang mau ke atas
tapi ditarik lagi
sama temannya
di dasar kolam"Yang penting bersama"
"Yang penting keinginanku terpenuhi"
Manusia Indonesia
suka
menangguhkan diri
dan merasa
orang lain harus tangguh
biar bisa bersaing
bukan
saling menghormati
kepentingan bersamaBersama
bukan berarti
selalu bersama-sama

Sepertinya, taman kanak-kanak impianku
jadi tempat
yang banyak yang harus dikerjakan.

Sepenggal Cerita TK

Dulu waktu TK aku pergi ke dan dari sekolahku diantar antar jemput.
Sepulang sekolah sudah ada mbak ju atau mama di rumah.
Kakakku sekolah seharian karena sudah SD.
Biasanya mbak ju sudah menyiapkan makanan biar aku menonton tv sambil makan siang.Lalu suatu hari entah mama atau mbak ju bilang pada pagi harinya,
memberiku pesan,
nanti pulang sekolah aku pulang ke rumah tetangga seberang.
Karena tidak ada orang di rumah.
Aku mengingat-ingat pesan itu agar jangan sampai lupa.
Baru pertama aku diberi tugas yang berat.Berangkatlah aku ke sekolah.
Pulangnya aku diantar antar jemput.
Seperti biasa aku main drama bersama kawan-kawanku di dalam mobil yang jendelanya isis.
Lalu waktu sudah sampai depan rumah aku turun mobil takut-takut.
Merasa setiap pasang mata kawan-kawanku memandang ke mana aku melangkah.
Aku tidak melangkah ke rumah tapi ke tetangga seberang.
Menyalahi aturan dan membuatku salah tingkah.
Bagaimana bila mereka bertanya-tanya kenapa aku tidak pulang ke rumah?
Pikirku waktu it…

Dunia Pasti Tempat Paling Kesepian

Pernahkah kamu merasa lelah di telinga,
karena kamu mau tak mau mendengarkan hal-hal yang tak perlu yang diteriakkan dunia berulang-ulang dan terlalu lantang?Pernahkah kamu merasa pusing di kepala, karena terlalu banyak menyaksikan hal yang melelahkan di dunia yang mengecewakan?Pernahkah kamu merasa kram di ulu hati, karena tak sepatah kata pun yang kamu rasa ingin kamu katakan, dunia tak memahami?Aku mencari-cari alasan kenapa aku merasa pedih dan lelah di tengah dunia yang penuh hiburan. Aku melakukan hal-hal yang menyenangkan dan berusaha tak menghiraukan rasa muak yang memenjara inderaku. Ada begitu banyak manusia yang mengerahkan seluruh tenaganya di hari-hari untuk mencoba mengeluarkan tekanan yang disebabkan masalah yang mereka hadapi. Dunia jadi penuh sesak dengan balon udara yang mengandung keluh kesah.Aku takut memecahkannya jadi aku berkelit dan menghindar.Aku sering beranggapan bahwa bercerita adalah kemampuan yang dianugerahkan kepada manusia untuk menyembuhkan diri dari …