Posts

Showing posts from February, 2016

Pamit

OKE. JADI.Sepantasnya aku tidak mengamini isi dan kandungan dari lagu ini karena : jahat. Iya. Jahat. Memilih untuk berhenti berusaha. Memilih untuk takluk pada keadaan. Lalu pergi. Jahat. Sakit.Lalu ada sebuah momen diam yang berbeda dari momen inersia. Kemudian aku terkaget-kaget. Ah, lagi-lagi tidak bersikap dewasa. Tidak realistis. Tidak efisien. Tidak menerima kenyataan.Jangan paksakan genggamanmu~Ngomong-ngomong nadanya enak sekali. Pasti asyik kalau dinyanyikan bersama chikem di depan kelas yang syahdu.Besok mulai usek, doakan kami ya♡

Baik Sama Semua Orang

Contohnya saja Yong Pal. Dia dukun sakti (yang sebenarnya dokter di rumah sakit keren), nggak pilih-pilih pasien bahkan yang jahat juga diobati. Memang latar belakangnya buat bayar hutangnya di lintah darat sih, tapi nilai moralnya adalah : kenapa kamu harus baik hanya pada orang yang baik kalau kamu bisa baik pada semua orang?Aku sering sengaja batuk-batuk keras di depan orang yang merokok di tempat umum, atau ngecein guru yang kurang sesuai (astaghfirullah). Sengaja, biar mereka sadar apa yang mereka lakukan itu nggak pada tempatnya. Tapi, memang apa yang aku lakukan sudah pada tempatnya? Ternyata aku malah menambah populasi orang "yang kurang sesuai" di muka bumi.Cantik itu nggak hanya dari luarnya aja, kok. Mending sekarang perbanyak bersih-bersih hati. Manusia itu rumit, persembahan terindah itu hidupmu. Asyiknya.

The Soul

Image

Ketika Wolfgang Amadeus Mozart Bangun Tidur dengan Mimpi Tidak Enak

Kamu nggak apa apa.
Dan kamu nggak akan kenapa kenapa.

Megabiodiversitas, katanya.

Mungkin aku ingin berkunjung ke Taman Nasional Gunung Leuser di Sumatera Utara dan Aceh, atau ke Cagar Alam Gunung Muntis di Nusa Tenggara Timur. Bagaimana kalau aku ke Suaka Margasatwa Cikepuh di Sukabumi, Jawa Barat?Mungkin aku hanya membacanya saja di Bab 4 Mata Pelajaran Biologi : Keanekaragaman Hayati di Indonesia. Mungkin aku hanya membayangkan saja bentuk-bentuk flora Malesiana, dan fauna yang dikelompokkan jadi tiga bagian, dibatasi garis khayal Wallace-Weber.Atau mungkin aku hanya duduk di bangku paling belakang kelasku sambil mendengarkan promosi mbak mas dari universitas. Pakai jas almamater biru tua.

Belajar karena Mencintai Ilmu, Tentang Masa Depan, Remaja yang Berkualitas

Kamu : kunci masa depanmu.Siapa manusia yang berhak mewajibkanmu untuk begini begitu?Kamu bisa berkreasi.Bermimpi.Mewujudkan mimpi-mimpi.Siapa yang menyuruhmu melakukan hal yang sama persis?Tidak ada.Itu hanya pikiranmu saja.Peraturan. Pengaturan. Apa yang diatur?Bukan mimpimu. Bukan idemu.Bukan kamu.Bukan masa depanmu.

Tapi, bukan dunia yang menyesuaikan kamu.

Siapa yang butuh kamu bermalas-malasan,merasa pantas dengan slogan memantaskan,menghabiskan oksigen dan tempat tinggal,air bersih, menyumbang polusi.Siapa yang butuh kamu berbagi kegiatanmu di tempat hangout anak muda,atau foto wajahmu yang Dia ciptakan indah luar biasa,atau memikirkan melulu tentang dia.Siapa yang mengharuskanmu?Repot-repot.

Kisah Pilu Frankenstein

Lalu sorenya, setelah tertawa bukan karena riang, Frankenstein malah ingin menangis. Tidak ada yang memukulnya. Anak-anak jalanan yang bermain sepak bola juga tak mengejeknya. Frank hanya berpikir tentang suatu hal. Suatu peristiwa yang nyata dalam imajinasinya. Lalu dia mengernyit, antara ingin dan memaksa lupa. Frank tidak tahu apakah Ia punya hati, tapi rasanya ada sebongkah hujan di balik lengannya yang bersedekap. Ia merasa sepi dan sendiri atas kepergian kupu-kupu yang sudah dipeliharanya sejak masih ulat menggeliat. Hal itu yang terbaik untuk Edward, begitu dia menamainya. Namun tetap saja meninggalkan lubang di senja hari Frank. Ia terus mereka ulang, memikirkan Edward yang kini sedang terbang bebas bersama kupu-kupu yang sepantaran dengannya yang indah.

Nggak boleh makan

Mungkin, dewasa itu artinya tidak lari untuk makan banyak sehabis kecewa.

Jangan Labil

"Orang yang tidak tegas menentukan keputusan diantara pilihan tidak berhak atas satupun dari pilihan-pilihan itu,"termasuk kamu.

Ketika Bunga Sendirian

Apa kamu sudah siap tinggal sendiri?Sejak kemarin lusa Bunga benar-benar sendirian. Itu karena orang-orang rumah punya acara masing-masing dan nggak pulang. Alhasil, selama empat hari Bunga berjuang menambal kebutuhan hidupnya sendiri. Ia tahu ia tidak pantas berkeluh kesah karena meski ditinggal sendiri, dia masih punya atap untuk berteduh dan nasi untuk dimakan. Dia masih bisa mandi dengan nyaman dan guling-guling di kamar. Meski nggak ditinggali izin mengemudi, dia masih bisa pergi agak jauh sedikit dengan sepeda kayuh. Intinya, sendirinya dia belum apa-apa sama sendiri yang benar-benar sendiri. Tapi toh manusia itu sejatinya nggak pernah sendiri.Dua hari dari kesendiriannya adalah hari efektif. Artinya, Bunga masih harus menyiapkan diri pergi sekolah dan segudang aktivitas lainnya. Termasuk les sampai jam setengah delapan. Bunga merasa hari-harinya di sekolah lebih menyenangkan daripada di rumah. Dia memang anaknya suka berinteraksi dengan manusia lain. Mungkin Bunga anak yang suk…

Reformasi?

"Progress is impossible without change, and those who cannot change their minds cannot change anything"

Catatan Kecil Agar Lebih Hati-Hati

Argh, dia tertipu. Sakit sekali. Seperti diiming-iming hadiah rumah, tapi tidak jadi. Seharusnya dia sudah tahu. Sungguh bodoh. Pantas saja dia menangis semalaman. Semoga yang terbaik untuk dirinya dan kehidupannya yang menyedihkan. Wah, sangat pesimis. Tidak ada keceriaan. Tidak ada telinga yang mendengar. Apa kau mendengarnya berteriak dalam keremangan? Mungkin dia juga tidak ada suara. Sudah mati. Dipadamkan penguasa. Pathetic.

Mencari Jawaban

Kamu tau apa yang begitu melelahkan? Terlalu banyak pertanyaan, terlalu sedikit jawaban.Tentu saja itu bukan salah para petualang yang merasa cukup dengan membagi pengalaman hanya lewat kisah--atau bahkan menyimpannya untuk dibawa mati. Bukan salah para guru untuk hanya bersembunyi di balik formalitas instansi, maupun kebutuhan untuk mengurus diri sendiri.Itu sepenuhnya salah kami yang enggan susah-susah mencari sampai kedalaman inti bumi. Hingga jauh melampaui jarak matahari.Diam dikungkung lapisan eksosfer tidak akan membawaku kemana-mana. Namun bahkan sebuah roket yang maha megah tak dapat menjelajah tanpa bahan bakar. Apa yang mampu menarikku pergi dari kubangan ini? Apa aku bisa memercayai apa yang aku percayai?Tapi, apakah kamu tau apa yang begitu melelahkan? Terlalu banyak pertanyaan, tanpa jawaban.
ya Allah
bodohnya aku.
Banyak kecelakaan. Tabung reaksi pecah. Earphone rusak. Jempol terjepit pintu.