Phoenix

Kepopularitasannya setara dengan phoenix--pokemon burung api berwarna emas yang begitu magis--hingga setiap pasang mata seperti tersihir dan setiap hati berkeinginan untuk sekadar berada di dekatnya.

Sudah

Ketika Boromir gugur dengan dramatis bersama tiga anak panah Orc menancap di tubuhnya, aku menangis. Ketika Sherlock memutuskan 'mati' bersama Prof. Moriarty di ketinggian Reichenbach juga aku mengeluarkan air mata. Pun ketika Andy masuk kuliah sehingga ia harus berpisah dengan Woody dan sepasukan mainan masa kecilnya, tentu saja aku sesenggukan sampai rasanya sakit sekali.

Boromir, Sherlock, dan Andy tentu tidak memiliki hubungan darah, Mereka juga mungkin tidak saling kenal. Satu kesamaan mereka adalah bahwa mereka telah tiba di akhir kisah mereka.

Awalnya, kupikir aku salah menaruh. Menaruh negeri dongeng di tempat yang nyata. Meletakkan sesuatu yang begitu mortal di tempat yang begitu tinggi. Makanya aku merasa hilang. Dan hilang. Dan entah mau mengucapkan apa karena kata-kata sudah hilang untuk mendeskripsikan bagaimana aku merasa saat ini. Hingga aku bertanya pada diriku sendiri, lalu sekarang apa?

Tapi, ternyata aku hanya menjadi manusia. Yang hatinya mendeteksi adanya guratan yang terenggut. Mungkin kehilangan sudah menjadi satu alasan kuat yang menyebabkan kerabat menangis di upacara pemakaman. Di samping kekecewaan, dan ketidakpuasan untuk membayar hutang yang tak terbayar. Aku memang telah menjadi manusia untuk merasa sakit atas berakhirnya sebuah cerita yang indah. Meski aku patut mempertanyakan apakah kisah ini memang indah.

Aku belajar bahwa sebuah kisah tak dapat begitu indah tanpa kemelut yang menghantui mimpimu di malam hari, sakit yang menghantam ulu hatimu saat cahaya tidak ada lagi, maupun keringat yang membanjiri sekujur tubuhmu saat kamu mengorbankan semua yang bisa kamu beri. Cerita yang indah tak pernah benar-benar tentang keceriaan dan kegembiraan di setiap waktuku.

Dan cinta yang buta ini membawaku terduduk dan terdiam di suatu hari yang terasa panjang dan melelahkan karena aku harus bertarung dengan emosi yang meluap-luap, ketika cinta itu hilang dan hari beranjak pergi.

Cinta itu tidak benar-benar hilang, tentu saja. Dia ada. Dengan perubahan yang selalu medesak dari waktu ke waktu untuk segera dilaksanakan. Dengan mereka yang mengaku cinta tapi tak lebih dari sekadar cerminan diri kami yang naif, yang meraba masa depan tanpa dibekali kebijaksanaan dan pengalaman yang memadai. Dan roda ini terus berputar, titik yang semula kembali ke titik yang sama, bahkan seorang paling bijak sekalipun tak akan mampu meramalkan apa yang akan terjadi.

Aku berbicara seperti sudah tiada lagi matahari yang akan bersinar esok pagi. Aku berbicara dengan bahasa terkutuk yang mengatasnamakan hilang asa sebagai tameng atas ketakutanku sebagai seorang manusia. Seakan lupa bahwa tidak ada satupun kekuatan di bumi yang mampu menandingi kebesaran-Nya. Dan pengharapan itu akan selalu ada. Itulah yang membuat manusia, yang menangis karena perwujudan bayangan kisah yang 'seakan berakhir' dalam bayang imajinasinya, kembali hadir dan melangkahkan kaki memperjuangkan apa yang patut diperjuangkan. Menjadi manusia merdeka yang tak terikat melainkan ikatan dengan Dia yang Maha Mengetahui isi hati hamba-Nya.

Kisah ini berawal dari apa yang telah menjadi takdir-Nya, untuk berakhir sebagaimana yang Ia kehendaki.

Malam?

Aku baru sadar bahwa aku sangat menikmati sampai lupa check in di path. Tapi tentu saja aku tidak bisa tidur setelahnya, karena ada energi aneh yang membuat lagu-lagu terngiang dan mata tidak mengantuk. Aku diselubungi rasa bersalah dan kecewa juga. Otakku mendefinisikannya sebagai rasa sedih. Ada ular di sepatuku, kata Woody saat tali di punggungnya ditarik. Aku berharap semua baik-baik saja dan perasaanku tidak menenggelamkan logika.









Frodo : "I wish the Ring had never come to me. I wish none of this had happened." 
Gandalf : "So do all who live to see such times, but that is not for them to decide. 

All you have to decide is what to do with the time that is given to you."
The Lord of the Rings - The Fellowship of the Ring