Selamat Tinggal, Nirmala

"Sejak kecil, kita sudah dicekoki sedemikian rupa dengan beragam dongeng bahwa Nirmala akan selalu membantu menyelesaikan masalah, kantong ajaib Doraemon akan mengatasi ketidakadilan yang ada, dan kisah-kisah serupa yang membuat kita tergopoh-gopoh mencari kehadiran Nirmala-Nirmala serta Doraemon-Doraemon lain lewat layar telepon genggam tanpa mengindahkan sajadah: tempat di mana kita berbisik pada bumi namun didengar oleh langit."

Penyihir Jahat dan Sepatu Merah

Rasanya tidak kul kalau saya mengeluhkan linu di kaki dan pedih di tangan setelah terguling di lapteng tadi. Iya, saya musti bersyukur karena lensanya hanya tergores sedikit, alhamdulillah tidak sampai pecah. Jujur saya shock setengah mati kalau-kalau dia remuk seperti waktu itu. Habisnya, dia terseret dengan brutal di beton lapteng yang pernah bikin rok abu-abu saya sobek karena--lagi-lagi--ndlosor di sana. Saya harap saya bisa lebih kalem. Saya perlu membuat catatan untuk lebih berhati-hati di sekitar Rizky maupun Bila--terlalu banyak kesanguinan dalam satu tempat bisa berakibat fatal.

Selebihnya, hari ini cukup melelahkan. Saya akhirnya menginjakkan kaki di bangunan yang tiga tahun sudah seperti rumah utama saya itu, yang rumah asli hanya ngekos. Saya jadi emosional setibanya di rumah(asli), rasanya ingin bercerita-cerita tapi jadi nggak jadi bercerita-cerita karena tampaknya si penyihir jahat bersepatu merah tak kelihatan di mana-mana, mungkin beliau sibuk. Saya perlu berhati-hati dalam menaruh. Saya tidak boleh tergelincir lagi dalam lingkaran setan yang dibuat oleh algojo dengan palu godam di kedua tangan.

Ngomong-ngomong, saya gatau barusan ngomongin apa. Mungkin saya cuma lelah. Selamat beristirahat, jangan bersedih sayang.

Lumos

Dear, siapapun yang tersesat untuk menemukan jalan pulang,

Ini jam satu lebih dua puluh menit. Ternyata buku ketujuh terselesaikan jauh lebih cepat dari yang kukira--aku tak menyangka! Kemarin dan hari ini masih seperti mimpi. Padahal hari ini sendiri baru berjalan kurang dari dua jam. Aku tahu mustahil untuk memejamkan mata setelah petualangan yang berlangsung begitu dahsyat--memahami kematian, cinta, kepercayaan, pengampunan, dan penyesalan, berdiri di atas keberanian, arti dari persahabatan--dan dusta jika aku tidak kagum pada kebijaksanaan Sang Legenda itu sendiri : J. K. Rowling, yang dituangkannya dengan begitu indah pada setiap titik yang membentuk huruf sejak kisah ini dimulai. Kisah ini seperti berdenyut, menggeliat, dan membawa sihirnya sendiri bagi peradaban dunia, kupikir. Tak ada salahnya membuka pikiran pada fenomena yang dibahasakan dengan begitu lugas. Kurasa, bahkan, ada kaitannya dengan kisah-kisah pendahulu kita dalam kitab--kitab agamaku sekalipun, tentu saja.

Aku merasa perlu mengistirahatkan nadiku yang masih berdenyut pilu dan indera penglihatanku yang kuyu. Tapi aku, kurasa, tak bisa berkata selain bersyukur. Dunia beruntung memiliki kisah ini, bukan?

Takdir tak pernah berarti sebuah kebetulan. Aku harap kebijaksanaan bisa membawamu ke arah yang kau tuju.

Lumos. Untuk menerangi jalanmu.

Hm? Hm?!

"Jadi begitu anak-anak, ada yang ditanyakan? Sudah paham semua ya? Hm? Iya? Hm?!"
"Dek kursiku di mana, kamu nggak tau ta? Hm? Lho kemarin di situ gaada, apa? Hm? Hm?!"
"Dek besok kamu pulang jam berapa? Hm? Hm? Apa? Hm?!"
"Hm? Hm?"

Tidak heran kan kenapa Allah menciptakan telinga dan mata ada dua, sedangkan mulut cuma ada satu. Ternyata bukan hanya karena manusia banyak di lisannya saja, tapi juga ditambah manusia kurang dengar dan kurang lihat juga.

Muangkel aku sama hm hm.

Sabar tala. Coba diem dulu trus dengerin, apa ya tambah kedengeran kalo ada hm hm nya.

Insya Allah Semua Akan Baik-baik Saja

Iya, jadi ceritanya aku sedih gitu pek. Tadi shaff nya hanya 2 baris depan agak renggang dan 3 renggang banget. Ada lagi di luar sama di atas mungkin, tapi nggak tau berapa. Sudah hari lima belas pek ternyata. Ya Allah, semoga Allah memberi kesempatan dan kekuatan buat kita terus istiqomah beribadah di jalan-Nya ya.

Ya Allah, aku takut. Sama-sama berdoa buat yang terbaik aja ya.

Sensasi Online Shopping : Bikin Kaki Nggak Keriting!

Oke, judulnya udah komersil banget belum?

Kisah ini bermula dari suatu hari ketika di line Alya ada chat dari salah satu merk clothing ternama yang nggak abal-abal. Isinya tentang si merk ini yang ngabarin bahwa itu adalah hari terakhir diskon produknya sampe 60%. Walhasil, saya langsung semangat dan ngebukain website nya--dan seketika order. Herannya, temen-temen yang saya ceritain langsung terheran-heran karena saya fasih banget belanja online. Mereka nggak tahu apa saya lebih terheran-heran kok mereka bisa terheran-heran?


Kebanyakan temen-temen takut kalo belanja online, takut ditipu dan semacamnya. Ada juga yang beralasan gaenaknya belanja online itu gabisa pegang langsung bahannya--kalo di mall ada barang lucu dikit langsung pegang!--takut ga sreg sama ukurannya, maupun gabisa langsung tau kualitas produknya. Mama juga pernah nggak ngerestui waktu saya bilang mau belanja sepatu, takutnya nggak empuk dan nggak nyaman (mending kamu belanja di TP aja--tapi ya ga dibeliin). Intinya, pedagang bisa jual barangnya secantik mungkin di dunia maya : pake efek dan lain sebagainya. Tinggal konsumen yang kudu pinter milih-milih aja.

Saya juga lupa pertama kali saya belanja online sendiri itu kapan, yang jelas kayaknya baru-baru ini juga. Dan langsung ketagihan. Seneng banget liat-liat katalog online, tapi ya cuma liat-liat aja sih. Belanjanya kalo ada rezeki. Asyiknya, online shopping nggak bikin kaki saya capek muter-muter mal. Dan bahkan kadang pilihan di web lebih banyak daripada yang ada di etalase toko. Jadi lebih worth it gitu. Cuman, ya, balik lagi ke orangnya. Kalo mau sekalian bakar kalori mending muterin pusat perbelanjaan sekalian, di Surabaya banyak:")

Dan salah satu yang bikin sensasi belanja online jadi luar biasa adalah ketika barang yang udah ditunggu-tunggu akhirnya dateng juga! Rasanya kayak... tiba-tiba menjadi spesial. Menghadiahi diri sendiri, kata Bila. Saya emang orangnya suka males nunggu-nunggu paket dateng, terutama gara-gara waktu pertama-pertama belanja paketnya gadateng-dateng dan disitu saya merasa kecewa menjalani tiap detik penantiannya. Akhirnya prinsip saya belanja online : Pilih, Bayar, Lupakan! Ntar tiba-tiba dia nongol kita seneng. Gitu.

Kuncinya adalah kepercayaan, dan.... jangan gampang percaya. Slogan "Kalo ragu, jangan beli!" kayaknya juga udah nggak terlalu ampuh juga, soalnya saya pernah yakin banget beli di toko ini, udah kemakan testimoni orang-orang dan udah yakin dari real pict (gambar asli si produk) kalo yang ini kualitasnya mayan dan harganya juga ga bikin kantong nangis, dan itu emang kondisinya lagi kepepet banget butuh si barang buat dalam waktu dekat jadi yaudahlah timbang nggak nutut. Namun semua berubah setelah si doi datang dengan kemasan coklat yang biasa (biasanya paket dibungkus kertas coklat wkwk saya penasaran siapa yang ngebungkusin, apa mba mba yang punya olshop?) dan kualitasnya.... nggak bikin saya tersenyum. Masio gitu saya ya sabar-sabar aja, anaknya emang gitu (harusnya protes!!!). Eeeh alhamdulillah, habis itu nemu chat di line Alya yang tadi, barangnya sama cuman merknya yang 100x lebih meyakinkan (karena udah direkomendasiin temen dan emang saya tau bahannya uenak), dan harga jatuhnya setelah ongkir bahkan lebih murah sampe 40rb.....:""" Mungkin itu hadiah dari Allah karena saya legowo, tapi mungkin itu juga teguran agar saya tidak gampang percaya dan terburu-buru mengambil keputusan membeli di toko yang kelihatan trusted tapi ternyata buntet (lah apaan buntet).

Saya sangat menganjurkan untuk membeli barang-barang secara online di toko berperantara, maksudnya kayak tokopedia, zalora, blibli.com, dll. Cari seller yang terpercaya (biasanya ada ratingnya). Meski nggak menutup kemungkinan ada yang menipu juga di sana. Kalo emang terpaksa beli di toko-toko lepas di instagram, bener-bener cari yang terpercaya! Jangan gampang kebujuk iklan--bener-bener jangan pernah. Kudu cermat menganalisis dan minta petunjuk dari-Nya. Yang paling penting, sebelum belanja baca basmalah dulu. Insya Allah berkah.

Dan buat mba-mba mas-mas para penjual yang budiman, tolong jangan nodai kepercayaan kami dengan barang-barang yang kurang bisa dipertanggungjawabkan ya hix.




Ps : Kalo mau beli joggerpants di erigo aja, tapi tunggu diskon ya.

Kedatangan Lynx

Beberapa saat kemudian, Ia sudah berada di sebuah ruangan besar dengan jendela kaca tinggi. Kursi-kursi berjejer atau membentuk lingkaran mengelilingi meja-meja marmer kecil. Ada kolam renang di sana, berlatar gedung-gedung tinggi yang sudah terbilang tua. Salah satu gedungnya masih dalam tahap pembangunan. Langit, yang sejak tadi mendung, masih berwarna biru cerah dengan awan-awan kelabu yang tak banyak.

Orang-orang berjas dan berwajah bersih memenuhi ruangan. Sebuah panggung kecil di ujung mulai memainkan hiburan langsung dengan dua orang penyanyi bersuara renyah. Gaun-gaun santai dan kemeja-kemeja kasual hilir mudik, diiringi wajah-wajah ingin tahu yang melongok mengagumi keindahan interior.

Lampu-lampu sudah dinyalakan, padahal masih pukul lima kurang. Kursi-kursi penuh. Ia duduk di salah satu sofa kecil di dekat ibunya, tenggelam dalam literatur yang digenggamnya dalam diam. Sesekali menertawakan kekonyolan tokoh yang tengah ditekuninya.

Sadar bahwa kesempatan ini adalah petualangan ajaibnya yang kesekian dalam ramadhan ini, Ia bersyukur tak henti dalam hati. Senyumnya tersungging, meski Ia sadar Ia tidak cantik. Sekumpulan wanita dan pria saling menyapa, membentuk keramaian dilatar belakangi alunan musik mendayu.

Ia hanya berharap semoga tidak ada lynx--patronus Kingsley--yang tiba-tiba muncul di tengah ruangan, mengabarkan kejatuhan kementrian, kematian Scrimgeour, dan kedatangan para Pelahap Maut.

Fabiayyiaalaa irobbikuma tukadziban

Wallahualam tadi saya mimpi apa, tiba-tiba kayak ada sesuatu yang keras terjatuh.

Saya sontak terbangun, tapi gelap. Ternyata lampunya cuma dimatikan sama mbak. Saya nyalakan lampunya.

Kemudian saya refleks cari telepon genggam--refleks yang tidak terlalu kubanggakan, sebergantung itu:(. Jam masih bergerak seputaran angka dua belas dan satu. Saya buka-buka instagram.

Alhamdulillah Allah menganugerahkan teman-teman yang luar biasa (rizki yang tidak disangka-sangka!). Ada mention dari aik. Video t-rex ikut ninja warrior. Auane. Tapi toh saya ketawa juga.

Saya seketika lupa barusan saya masih harus menabah-tabahkan hati lihat feed yang bikin gregetan.

Seperti sudah direncanakan Allah, seketika saya terdampar di sebuah akun dakwah(soalnya saya mengernyit lihat explore yang based on people you follow maupun likes sekeliling saya, kok begini). Saya scroll timeline-nya, saya bacai.

Subhanallah, nikmat Tuhan yang mana lagi yang kau dustakan, sanifa?

11 Ramadhan 1437 H - ayo hijrah!

Rezeki yang Tidak Disangka-sangka

Bukan Rizkiana Prima.

Apalagi Rizky Romadhon.

Semuanya terjadi sangat cepat seperti cuma nol koma nol nol nol satu detik sehingga tiba-tiba aku sudah di rumah lagi, menatap layar si biru yang dapat koneksi internet dari tethering.

Kayaknya sudah lama banget aku tidak mengikuti kegiatan yang mendebarkan. Seperti beberapa hal yang kutekuni saat masih di bangku sekolah menengah. Aku memang paling tidak kuasa kalau disuruh naik rollercoaster, maupun benda-benda serupa yang bergerak dengan kecepatan kurang kerjaan lainnya. Aku lebih memilih memacu adrenalin bersama sekumpulan orang-orang yang menantang petwalhangan--dengan bentuk yang lain--yang wujudnya tidak pernah kebayang kalau aku pada akhirnya akan melakukan hal semacam itu. Bersama teman-teman yang luar biasa, pula. Alhamdulillah.

Berawal dari suatu malam yang biasa-biasa saja di sudut lain kamarku ketika akhirnya mama memberi izin untukku pergi mencari ilmu. Keesokan harinya, aku bersiap pergi ke rumah murobbi kami tercinta di dekat-dekat sini saja. Setelah mendapat pencerahan, yang seperti mengalir menyegarkan kerongkongan, tiba-tiba topik beralih ke misi Atul dan Alya. Lalu, ahadnya--yang kurencanakan sebagai hari menonton film dari Bila, tapi tidak jadi--kami terdampar di kamar Helmi yang seperti surga untuk mengutak-atik kemampuan bahasa dan materi.

Keesokan harinya, poof, kami sudah duduk-duduk manis di depan bangunan megah yang minimalis tapi artistik itu.

Awalnya deg-degan, tentu saja. Bahkan malamnya rasanya otakku sudah memikirkan beragam alasan yang mungkin bisa kukeluarkan untuk meng-cancel ini untuk terjadi. Yah, jiwa Alya belum tumbuh dalam diriku, sih. Tapi kemudian, setelah membesar-besarkan hati dan kuhadapi, ternyata asyik juga! Bertemu wajah-wajah baru yang merespons (maupun yang tidak merespons yang bikin gemesh dan ingin ketawa:"), saling berbagi pikiran dan membantu menjawab kegusaran hati mereka, sampai memutar otak untuk menghadapi tantangan yang, aku curiga, memang sudah dari jaman nabi Adam a.s., sukanya ndadak. Benar-benar mengingatkanku pada hari-hari super terik dan bagai rodi ketika kami menemani adik-adik berkenalan dengan kehidupan Smala dua tahun lalu. Pun ketika setahun sebelumnya kami melaksanakan hal yang serupa, namun sebagai peserta. Ah... waktu itu juga Ramadhan...

Rasanya waktu berjalan seperti ada selubung myelin di sekelilingnya--melompat-lompat. Cepat sekali. Oiya, kemarin kami juga menjenguk calon ibu dokter kami, Fetty, di sebuah ruangan ber-AC yang cukup nyaman. Disetirin Helmi lagi. Sebelumnya kami juga beli buah. Aku sangat senang membeli buah-buahan! Tempatnya dingin dan terasa segar. Ada apel, jeruk, jambu, bahkan semangka dan melon pun bertumpuk-tumpuk di rak-rak yang super besar. Aku jadi ingin punya perkebunan buah, tapi tentu saja segera kutepis karena rasanya mustahil buah-buahan mau tumbuh subur di bawah kepemimpinanku yang reckless. *kemudian bebenah diri* *perkuat iman dan taqwa*

Besok ada suatu pengumuman, dan aku tidak menyangka aku akan menghabiskan dua hari sebelum hal itu dengan melakukan hal ini (halah apasih ini). Kukira aku akan nglesot dan menghitung waktu yang terasa tak bergerak.

Allah memang sebaik-baik pemberi rizki, Siapa yang menyangka petualangan tak terduga ini akan tiba di hari-hari ramadhanku tahun ini?

Alhamdulillahirobbilalamiin.

Authentica Notatus

Syapa qm dan apa yang qm lakukan dengan Tension yang telah menemani q selama lebih dari bertahun-tahun??? :O :O :O

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Hai, semuanya, apa kabar? Saya merasa cukup baik di sini, dengan beberapa goresan sehabis perang tiada habisnya melawan kekecewaan dan rasa takut. Keluarga sehat? Ya, ya, bagus kalau begitu. Tidak ada yang lebih melegakan dari semangkuk sup bawang buatan Mrs. Weasley ketika Harry baru tiba dari Privet Drive.

Tunggu dulu, apakah saya belum bercerita? Oh, betapa cerobohnya! Baiklah, mulai dari mana ya...

Sudah sebulan lebih sejak pengumuman kelulusan, yang artinya kami punya begitu banyak waktu luang--sebenarnya tidak luang juga, tapi setidaknya kami tak perlu terbangun di pagi hari dengan kewajiban yang menunggu di Kusuma Bangsa 21--untuk melakukan hal-hal. Apalagi setelah ujian yang gila-gilaan itu. Dan, di sinilah saya, menghabiskan lima serial awal Harry Potter dan menjadi terobsesi karenanya!

Mungkin itu akan menjelaskan judul baru dari halaman tersihir yang sedang kau baca ini. Pergantian dari nama sebelumnya ke nama yang sekarang--tanpa melebih-lebihkan--bukanlah proses yang singkat. Saya hampir bisa dibilang melakukan seleksi ketat sambil membayangkan nama baru yang sesuai dengan konten maupun kesukaan saya sendiri, membayangkan desain dan keindahannya bila nama megah "Tension" berganti dengan nama-nama bakal penggantinya. Dan, terpilihlah judul baru yang masih terasa aneh tentu saja, tapi saya rasa bisa lebih mewakili perasaan saya yang kian detik kian tumbuh menjadi sebagaimana mestinya.

Tujuan saya dalam mengganti nama itu sendiri sebenarnya bukanlah suatu hal yang besar atau heboh, saya hanya merasa sudah waktunya beberes di sini--menyapu sawang di langit-langit hingga noda lumpur di meja dapur. Dan momentum kelulusan yang begitu mencengangkan (saya lulus!!!!) ini mungkin tak bisa lebih sempurna lagi, kurasa.

Saya ingin menyampaikan banyak terima kasih atas kesetiaan "Tension" menampung dari beragam cerita tidak penting sampai pesan-pesan tersirat saya selama beberapa tahun terakhir. Dan semoga nama baru ini dapat membawa cerita-cerita yang lebih bervariatif serta mampu menjadi inspirasi maupun sekadar bacaan di waktu senggang untuk kalian para pencinta kata-kata.

Akhir kata, saya sepenuhnya menyerahkan pada imajinasi kalian untuk menginterpretasikan makna dari "Authentica Notatus":)

Selamat beraktivitas!