Posts

Showing posts from July, 2016

[05] Friday

Image
Alhamdulillah it's Friday!


Saya bangun dan masih ingat mimpi saya aneh banget. Jadi saya mimpi sholat jamaah tapi telat, nah saya harusnya ke sekolah pake sepatu tapi malah pake sendal. Habis itu pas sholat ada anak bawain tempe penyet ada sambelnya. Moro-moro saya di kosan dan kos-nya gaisa dikunci. Wes ngonolah geje. Saya rasanya udah ga di bumi aja gitu, melayang-layang plus panas dingin gegara virus. Virus influenza. Tapi kata embak sih saya dah ga kerasa panas. Tetep aja rasanya ingin di rumah aja, gulung-gulung, dingin. Namun, pilihan saya untuk berpetualang ternyata merubah segalanya.
Saya buka hp bacain chat. Tiba-tiba ada chat masuk. Dari Reza. Begini.


Emang Reza mah orangnya begitu. Tapi habis itu dia dateng beneran sih ahaha. Yauda, trus jam 7.45 dia bilang mo jemput dari rumahnya daerah semolo. Q baru bangun padal, langsung mandi dan siap-siap ekstra kilat. Sebelum doi dateng w dah siap. Yauda cus.
"Enaknya beli kok apa nggak?" ucap Reza sebelum kami berangka…

[04] Thursday

Image
Hehehehehehehehe.
Sudah daritadi mau menulis, gatau mau nulis apa. Hari ini vidcall dengan Bila, tadi dia sama Fitra dan Fadhil juga. Masalahnya, sinyale auwelek jadi gueje ora kelihatan mukanya. Mana suaranya telat gitu jadi mereka mulutnya gerak, suaranya baru nyampe beberapa waktu kemudian. Ahahah. Bila homesick. Ue sick, at home.
Gimana ya nanti aku kalo homesick. Vidcall siapa ya.
Sepanjang perjalanan pulang dari makan grilled things di daerah sono, mama tak henti-hentinya merapal wejangan. Gue kudu makan, kudu makan, kudu makan, banyak semua-mua pokoknya. Ups, baru sadar barusan nulis "gue". Itu semua gara-gara culture shock via grup line. Alah, ngomong masih kan kon aja sok sok lu gue. Basi.
Saya sungguh ingin yang terbaik buat teman-teman saya. Jalan-Nya sungguh nggak terkira, kan? Kayaknya baru kemarin kita grusa-grusu mau unas, tiap hari belajar ini itu eles-eles sampek walah subhanallah lah. Tiba-tiba kita udah di sini. Klasik sih, cuman ternyata pas ngerasain se…

[03] Wednesday

Image
Saya sudah leren di kasur, bangun lagi soalnya baru ingat belum menulis.
Hari ini mbak saya pelantikan di kampusnya. Karena ada teman-temannya yang rias bareng di rumah, akhirnya mbak-mbak riasnya datang jam empat setengah limaan lah. Ya jelas saya bangun pagi. Trus langsung mandi. Trus tidur lagi. Mengantuk.
Di tempat kejadian, saya ketemu Fio dan Ko Victor. Fio mengantar mbaknya yang seangkatan dengan mbak saya, Ko Vic....makan. Kayaknya beliau habis menyanyi. Makanannya mayan enak. Alhamdulillah. Saya senang.
Kemudian kami berfoto di suatu studio foto yang mahil. Menurut saya. Iya. Saya harus berhemay. Hemay sama dengan hemat say. Alah. Typo aja ngeles. Sudah cekrik cekrik. Pulang.

Mama jadi suka marah-marahin saya, mungkin karena saya mau pergi. Abi dan Mama Bila juga melakukan hal yang sama, tapi dia dah di depok sih sekarang. Saya jadi bingung sendiri. Tapi saya males mikir karena pusing. Pusing kena flu. Asyik. Sehat sehat. Allahumma aafiniifi badani, allahumma aafiniifi sam&#…

[02] Tuesday

Image
Saya lagi di dalam mobil. Gapenting.
Tadi pagi sekitar pukul 7an, q muncul di grup. Salah satu grup yang kata aufa "grup maba". Elah sok. Di sana q bertanya suatu hal. Yauda, trus ada yang jawab. Tapi, manggilnya Fin.
Kemarin juga, pas ke rumah temen. Ketemu mamanya, terus ditanyain nama. Entahlah q suka tiba-tiba blank kalo ditanya nama. Jawab apanih??? Gitu. Yauda, refleks sukanya jawab Sanifa. Pas dulu nelpon rumah temen yang lain juga gitu. Yang jawab mamanya juga. Ya, jawabnya, Sanifa. Gasuka jawab Ifa. Ifa kayak spesial gitu. Eksklusif. Orang-orang tertentu aja yang boleh manggil Fa. Gitu maunya. Makanya sekarang kalo di form nulis nama panggilan juga Sanifa. Ekspektasinya biar dipanggil San. E, kepanjangan. Tiba-tiba udah ganti aja gitu jadi Safina. Sarina? Sanafi. Sembarang.


Susah ta nama Sanifa. Jadi penasaran.

[01] Monday

Image
Halo, selamat pagi. Singkat saja, saya lagi di sini

Perut saya melilit. Kayaknya kebanyakan makan kemarin. Tapi, ya, gimana. Terus saya ingat dulu, malam mpdk, saya galau banget. Akhirnya paginya kita (saya dan aliv) lari di koni. Lari dari kenyataan. Lari ipik-ipik. Gabisa lari tapi pingin lari. Menyatu dengan alam. Gitu deh.
Tapi, sekarang, saya nggak lagi lari dari kenyataan. Bahkan saya nggak lari. Saya cuma duduk nunggu orang. Bukan siapa-siapa, kok. Jangan sedih, fans. Fansnya dia maksudnya. Banyak amit kayak biji jagung. Bisa dihajar.
"Kamu kurang olahraga gitu," kata banyak orang. Saya sih mau mau aja olahraga, tapi males. Jadi mau apa males sih sebenernya. Anaknya suka mengalir gitu. Lari ya lari, enggak ya enggak. Padahal, exercise lebih baik regularly. Iya sembaranglah. Saya mah dgaf.
Intinya, ini saya lagi membunuh waktu. Nggak, bukan dibunuh. Memanfaatkan. Saya gapunya tenaga buat lari. Doakan Allah mengaruniakan kesehatan bagi saya, ya. Bagi kita semua deh.
Bt…

Bye Bunga

Ramadhan kemarin, Bunga bercita-cita untuk hijrah.
Ternyata, Bunga hijrah beneran.
Banyak yang harus dia korbankan demi memenuhi cita-citanya (yang sebenarnya, waktu bilang pingin 'hijrah', dia nggak pernah kepikiran untuk benar-benar 'pergi'). Mulai dari segi ekonomi, transportasi, kehidupan sosial, dan lain-lain. Nggak sia-sia Bunga ditinggal empat hari ngurus urip sendiri waktu itu. Atau, itukah pertanda...?
Bunga sering tiba-tiba kepikiran dalam hati, dia benar-benar ingin berpetualang. Titik. Sebatas cuma ingin berpetualang.
Di sisi lain, Bunga juga tahu dia kepingin melanjutkan studi di bidang itu. Meski artinya waktunya buat menuntut ilmu di universitas nanti bakal jauh lebih lama dibanding temen-temen seangkatannya yang lain. Kayaknya sih, gitu. Terus, metualangnya kapan.
Ternyata, Bunga dikasih Allah dua-duanya.
Bunga tahu petualangannya yang ini bakal lebih ekstrem, karena ini adalah real life, dude. Jadi dia ga bisa asal sembarang cemiha cemihi ala petualan…

Nyekip Proses

[PERINGATAN] Sebelumnya, cerita ini agak panjang dengan banyak istilah asing yang penulisannya tidak sesuai eyd, dan mungkin tidak terlalu penting meski pesan moralnya amat penting, jadi bila mata Anda lelah langsung scroll saja karena hidup adalah perjuangan dan tak ada unsur pemaksaan dalam hal ini ok thx lov.

-----------------------------------------------------------------------------------------
Jadi ceritanya, beberapa bulan yang lalu waktu jaman-jaman mau sbmptn, hpku lemot. Akhirnya line-nya ku uninstall dan install ulang. Nah itu dalam keadaan udah siap-siap udah nge-backup-in data yang penting-penting kan. Setelah yakin aman, baru deh. Habis itu di reinstall. Itu udah malem banget kayaknya mau tengah malem gitu. Heran juga dasar surabaya gaada jam malemnya.
Udah selesai reinstall, kudu login lagi kan. Nah habis login itu ada kayak semacam loading datanya skala 100%. Berhubung udah malem dan emang anaknya gasabaran, akhirnya loading asal-asalan. Nah, terus, loadingnya failed. …

Si Petani Aloe Vera

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,
Bagaimana kabar kamu cinta? Semoga selalu dalam lindungan Allah swt.
Taqobbalallahu minna wa minkum. Mohon maaf lahir batin yak. Semoga Allah masih memberi kita usia agar kita bisa berjumpa ramadhan tahun depan. Aamiin.
Dan, yak. Banyak yang ingin saya ceritakan namun keadaan cukup riweh akhir-akhir ini. Saya dah kayak kutu loncat aja mencolot ke sana ke mari. Meski begitu, saya cukup senang bisa melihat tempat-tempat baru dan membayangkan hal-hal yang bisa saya lakukan di sana. Saya juga mengunjungi beberapa tempat yang membuka wawasan saya, serta mata hati saya (alah opose iki) bahwa masih ada orang-orang di luar sana yang hidup cekatan dalam balutan kesederhanaan. Jadi, haram hukumnya bagi saya untuk mengeluh, karena toh semua cape-cape yang Allah berikan adalah karunia dari-Nya.
Bulan ini saya lagi baca buku karangan James Herriot, judulnya "All Creatures Great and Small". Ceritanya tentang pengalaman magang seorang dokter hew…

Sahabat Surga

Aku punya teman yang sangat super.
Kami berteman sejak kelas satu SMA. Walaupun sebelumnya memang se-SMP dan kelasnya selalu bersebelahan, tapi takdir sepertinya baru mempertemukan kami di tempat hebat ini saat hari bersejarah itu, 13 Juli 2013.
Aku masih ingat, siang itu, kami kebetulan sekloter saat berbaris mengelilingi koridor, menyapa satu-persatu mbak dan mas berkain biru dan mendapatkan nilai yang kami perlukan sebagai fondasi awal membangun sebuah bangunan. Oiya, tidak ada yang namanya kebetulan.
Dan pada tanggal 15-17 Juli 2013, kelas kelompok kami bersebelahan. Banyak hal yang terjadi pada tiga hari bersejarah itu. Dan dia tetap saja dengan ringan tangan membantu sana-sini, juga akhirnya menjadi satu dari tiga kepala kami semua saat itu.
Setelah itu aku berada di kelas tanpa koridor, pun bersebelahan lagi dengannya. Kelasku yang sepi-tentram dan kelasnya yang ramai-heboh. Lalu, ada perubahan kelas setelah beberapa saat karena suatu alasan. Dan akhirnya kami sekelas. Kelas yang …