Posts

Showing posts from November, 2016

xidneppa

Terlepas dari itu semua, aku nggak pernah menganggap ini sia-sia.
Banyak hal yang, bukannya nggak bisa diungkapkan, tapi aku nggak tau gimana cara ngungkapinnya. Tentang sesuatu yang sangat kuat sehingga bisa membuat kakiku mau turun dari lantai tiga gedung fakultas hukum hanya dengan bergantung pada seutas tali yang nggak boleh diinjek. Lalu, mau-maunya juga kami berjogging ria mengitari kampus hutanku yang naik turun tiada tara. Pak satpam gedung A sering kami sapa di pagi hari yang masih buta, sekitar pukul empat lebih lima puluh waktu matahari malu-malu ngintip di sela-sela gedung PD 8 lantai. Setelah praktikum atau kuliah, kami pulang larut, masih dijejali materi di RK yang super dingin. Kami menyimpul tali di jas hujan untuk membuat pelindung, mempelajari gigitan ular yang berbisa dan tidak. Bahkan kami belajar memasang triase, meski praktiknya masih salah karena kami terlalu terpaku pada sakitnya bukan kondisi keseluruhan yang harus diobservasi. Menyusun kayu-kayu biar jadi ke…

Dulu dan Sekarang

Jangan mengocok botol tupperware tertutup berisi air panas karena tutupnya bisa mencelat dengan bunyi pop yang menyiprat ke seluruh ruangan, termasuk wajahmu yang lelah. Cuma intermezzo.
Saya pernah berdebat mengenai penggunaan tabung bekas rol film sebegai wadah korek api. Iya, fungsinya sebagai pelindung. Tapi, kenapa harus tabung bekas rol film? Mencarinya di mana saja saya nggak tau.
Packing kedap air juga jadi salah satu hal yang membuat saya tercengang. Kalau dulu mas aldo nggak mem-briefing kami di parkiran utara, mungkin pakaian saya sudah basah kuyup waktu mbak mas siram-siram cantik.
Pun ketika demonstrasi penggunaan carrier, mas zaka juga mengkritik botol minum 1,5L yang tergantung tak berdaya di kantong kecil samping yang rawan jatuh. Menggantung barang memang tidak diperbolehkan, masukkan saja semua di dalam. Kalau tiba-tiba minumnya jatuh, kamu mau minum apa, dek?
Saya kayak berjalan untuk kedua kalinya di tikungan yang sama. Nggak saya sangka bahwa ternyata itu semua, b…

Random Thought

Setelah sekian debit larutan downy yang mengalir, sarapan-sarapan yang terloncati, dan waktu-waktu hectic di bumi bagian persiapan responsi blok tiga, tau-tau sudah November saja. Lalu muncul pertanyaan yang nyaris berbisik di telinga, kamu mau jadi apa?
Kabar baiknya adalah, ia masih memberimu kesempatan berdemokrasi. Bahwa kamu masih bisa memilih. Pernah suatu waktu aku berdiskusi mengenai betapa bosannya mas-mas yang jaga tempat fotokopian, tentang bagaimana mereka membalik halaman-halaman yang tebal lalu memencet tombol yang sama untuk menghasilkan kopi, apalagi ketika mengkopi hal yang telah dikopi sebelumnya. Berulang terus. Seakan aku lupa bahwa bukan berarti pilihan selalu tersedia bagi setiap orang di muka bumi.
Ibu Kepala Puskesmas tempatku berkoordinasi dua minggu lalu sempat bertanya pada kami, mungkinkah ada salah satu dari kami yang berangan menjalani profesi yang sama. "Ah, kalau masih baru gini pasti mikirnya ambil spesialis. Coba nanti kalo udah semester akhir, …