Posts

Showing posts from December, 2016

I Have A Dream

Menjawab pertanyaanmu itu susah. Tapi aku tidak harus selalu benar. Ini bukan ujian, katamu. Jadi aku hanya meluncur saja dengan jawaban, kalau mikir nanti kamu kemalaman.
Waktu aku bangun keesokan harinya, aku bersyukur. Matahari masih ada, Tuhan masih bercerita. Cerita apa lagi yang akan terjadi hari ini ya, aku bertanya. Aku pikir aku nggak akan bisa tidur malam sebelumnya. Itu tadi cuma mimpi, atau semuanya nyata?
Meski aku menangkup kedua tanganku rapat-rapat, atau menengadahkannya tinggi-tinggi, menguncinya di sela-sela jari, sembari memejamkan kedua mataku seperti mau mati, aku tau kamu tetap nggak akan tiba. Kamu kan bukan cenayang.
Tapi, kita memang nggak diciptakan untuk selalu bersama, kok. Padahal inginnya sih begitu. Aku di sini dan kamu di sana. Kamu tetap milik emakmu, bapakmu, abangmu, mbakmu, opungmu, empingmu, keponakanmu, emping saja ingin memilikimu. Sayang kamu nggak doyan makan.
Hai, ini episode ke berapa, ya? Kok aku baru mengerti.
Terima kasih ya kawan-kawan, s…

Champion's Champagne

bismillah.
pemakluman hanya sebagai hadiah.
nggak ada hadiah sebelum tenaga terkuras.
nggak ada tenaga terkuras sebelum usaha keras.
cerdas.
say goodbye to those little sparks before the fire.
let the flame begin.

Surabaya, I'm in Love

Kalau dia sudah merajuk, sinar matahari terik ala pesisir udah nggak kelihatan lagi. Yang ada cuma mendung rasa pantai, dekat laut. Gedungnya tinggi-tinggi. Tengah malam masih ramai, dari kerlap kerlip pusat perbelanjaan yang lagi midnight sale, sekelompok begal yang kabarnya mangkal di merr, sampai lampu ruang tamu rumah anak ITS yang meski hari berganti kerjaan bukan kelar malah nambah.
Iya, Surabaya, I'm in Love.
Ini kali kedua aku pulang, dan kayaknya obat rindu nggak senyata lovastatin atau parasetamol. Tetap sendirian, tapi sendiri yang berkualitas. Karena bahkan kayaknya tembok lagi bicara sama aku, kangen gitu katanya. Ada entertainment news di NET dan TV itu nyala nggak terlalu sia-sia. Kayaknya gundukan baju kering belum diseterika ini juga rindu aku bergelung di dalamnya.
Hahaha, mengada-ada. Tetap sendirian tapi sendiri yang berkualitas. Nggak serapuh ketika aku harus percaya bahwa ada orang di luar sana yang pasti memahamiku cuman masih disimpan Tuhan. Di sini, aku t…

Semoga Dia Baca

"Iya, halo." "Kamu ada waktu? Bisa bicara sebentar?" Waktu itu matahari nggak kelihatan karena hujan. Jalan raya depan halte tempatku menunggu banjir sedikit. Di situ cuma ada aku dan hujan yang nggak berhenti-berhenti. Aku nggak lagi menunggu bus, aku cuma sedang berbicara di telepon sama dia.
Akhir-akhir ini, semua jadi rumit. Bodohnya aku yang masih membuka halamanmu padahal kita sudah nggak saling bicara, kawan. Ini bukan kisah cinta anak SMA, tapi nggak ada bedanya. Tiba-tiba aku ingin makan tempe.
"Sekarang, coba kamu jujur sama dirimu sendiri. Bener nggak apa yang kamu rasain kayak gitu? Bukan karena dia orannya keren jadi kamu mengada-ada?" kata Cherry waktu aku cerita sama dia. Aku harus bersyukur karena punya Cherry yang mau mendengarkan aku padahal dia juga punya masalahnya sendiri. Mungkin aku harus bersyukur karena orang tuaku beli rumah di sebelah rumah Cherry waktu kita masih kecil, jadi kita udah temenan sejak kecil dan nggak ada yang per…