Maybe one day I'll fly next to you

Sewaktu kami pergi bermain di salah satu pusat perbelanjaan di daerah Ir. Soekarno, saya kaget mendapati momen-momen berserakan di sepanjang saya melangkah.

Kamu ada di tempat karaoke, di mainan pencet-pencet dino, di balik gantungan baju-baju metro, bahkan waktu kemarinnya di jalan sepulang kami menonton film dan saya menghadapi situasi yang berat, kamu ada di sana membisikkan "Tarik napas, tenang aja." seperti waktu itu, waktu saya tidak bisa mengontrol rasa panik ansambel.

Saya hampir tenggelam, maka ajaib bila tiba-tiba muncul telepon dari Laras.
"Hai beb," kata Timothy.
Di depan kedai Korean puff saya cuma bisa menahan ketawa sambil semua cekikikan di seberang sana.
"San, kapan ke sini?" berikutnya tanya Laras. Dan percakapan berlanjut singkat karena saya nggak tahan harus ngomong keras-keras di depan bapak-bapak yang kakinya diangkat sambil sepatunya dilepas.

Sederhana saja : saya tahu saya akan baik-baik saja bersama kalian, dan kamu juga di sana direngkuh Tuhan.

Fil 'Ardhi

Jangan khawatir, Mak. Anakmu sudah dapat kue dan ucapan selamat datang dari usahanya berbuat kebajikan, semoga jadi amal di sisi Tuhannya.

Ternyata, berbuat kebajikan itu seperti bernapas. Kita tidak selalu sadar. Menunggu paket dengan sabar adalah kebajikan, menyelot pintu gerbang saat masuk dan keluar juga kebajikan. Senyum mungkin sudah tidak lagi sesederhana ketika pulang sekolah masih bisa nemani mama nonton si boy, tapi juga kebajikan. Tebar, ditebar saja kebajikannya. Mana yang memperberat amal kita nantinya.

Sok alim kamu. Tidak modern alias konvensional! Urusan agama jadi sensitif, seperti ibu nyai atau pak kyai. Padahal, ya, padahal saja. Tidak perlu menjelaskan karena yang menyukaimu tak butuh itu dan yang tidak menyukaimu tak mau tahu. Kalau bisa menulikan indera saat mendengar cemooh tentang baju kamu yang tidak modis, tentu kamu bisa hingga menutup kedua mata saat coba dijatuhkan dari usaha menjadi baik. Yang menjadi baik kamu, yang menilai bukan kamu, apalagi mereka. Toh usahamu adalah persembahanmu, bila Tuhanmu menerima, kamu kehilangan apa?

Mak, sudah larut. Anakmu butuh istirahat, tapi kewajibannya belum dia laksanakan. Seperti tercekik rasanya dia memikirkan bagaimana mau tidur nanti, lalu bagaimana besok bila mendapat tugas yang nyata. Dia mau merengek minta ke siapa?

Dia, seperti makhluk-makhluk lain yang sepertinya, cuma perpanjangan tangan saja. Kalau dia bingung ilmuwan itu dapat ide-ide dan pemikiran dari mana, jawabannya sudah sejelas itu ternyata. Allah Maha Pemilik Ilmu membagikan ilmu-Nya pada siapa yang Ia kehendaki.

The Fatalists Hope

I'm not good at handling this stuff, alone.
So here we come : to the next level of hierarchy. I tend to shut myself from those things just because I've only had enough on my late self, and it wasn't a good thing either. I spent much time on that and the bitterness still there. Then I decided that it isn't my thing so I have to leave it out there. But that day when I walked into that room I want to be something different : to give something certain for the so called new family. At last, I'm just too dumb and cruel in mind to take the steps and leave out under the shadow of stigma.
If only I could speak my mind up and feel less incapable, then and only then, I would probably thank myself from being so unrecognizable I couldn't imagine before.
But to take courage you should have something others don't.
I lost the moment to hit the rock so I crawl instead of climb onto the peak of fortune. I cursed the fainthearted of mine more than others can see and be burdened enough to take nightmare as a morning class after that. I barely sleep, but when I do, I feel relieved, only to feel distressed for waking up. I did nothing to stand for it and it's the worst thing I could probably feel right now, said the most incapable human being.
It must be hard for him to take us on his side and leave the full of force and power squad on the other side. I just want to believe that it's because of something I cannot see even this very day.
I feel like we'll never win against anything even though the war isn't coming yet. But His grace is all over the world, and when I feel so tired of this little piece of catastrophe, I shouldn't have to.