[Day 17] Press Conference

Iya, benar, saya nggak ingin accept follow request kalian karena kalian masih belum bijak untuk memilih atau simply tidak berpikiran terbuka.

Tapi ya mau gimana lagi akhirnya saya cuma bisa ngehide story sebagai tindakan preventif dari tidur kalian yang nggak nyenyak karena mikirin kelakuan saya yang mungkin nggak pernah kalian bayangkan sebelumnya.

Benar bila katanya setiap orang punya minimal dua muka, satu ketika bersama teman-teman dan satu ketika bersama keluarga. Saya selalu bermimpi bagaimana bila saya terlahir dalam lingkungan yang, gimana ya ngomongnya, agak selo sedikit, sehingga ketika saya melakukan hal yang menurut saya perlu ditanggapi dengan seluas-luasnya pandangan, saya nggak perlu merasa kecewa.

Mungkin itu yang dirasakan karin novilda, saat orang-orang mengecapnya ini dan itu karena dia berekspresi. Tapi, sebenarnya saya juga nggak mendukung juga kan ya kasian kalo ada anak-anak yang belum ngerti terus mengikuti mbak karin. Kita juga nggak bisa membatasi sosial media hanya untuk orang dewasa saja sehingga salah satu yang menjadi PR adalah peran orang tua di dalamnya.

Hanya saja untuk anak segede saya mungkin nggak perlu dipikir macam-macam ya orang saya juga nggak macam-macam.

Saya merasa jahat kalau saya jadi menyebarkan bad influence pada bibit-bibit unggul bangsa. Di sisi lain saya juga nggak ada maksud apa-apa gitu. Dan alhamdulillah saya masih tau batasan sehingga ketika kamu bertanya pada saya saya nggak akan lama untuk memikirkan jawabannya. Karena saya begitu terbuka pada setiap kemungkinan dan pilihan hidup orang for god sake.

Sayangnya, saya masih selalu dilihat seperti anak kecil dalam keluarga.

Oh, bukan. Ibu dan kakak saya adalah orang-orang hebat yang paling saya sayang dan saya tidak akan menyia-nyiakan kepercayaan mereka.

Ternyata, orang dewasa yang tahu diri berkorban macam-macam demi anak-anaknya--atau orang-orang yang kekanak-kanakan--hanya untuk menyelamatkan hidup bangsa.

Jadi, gini ya, adek-adek sekalian. Saya itu orangnya, apaya bahasanya, ndableg. Dan saya rasa itu merupakan suatu trait yang membuat saya dapat bertahan hidup hingga saat ini. Tapi, kamu selalu punya pilihan untuk mengambil positifnya dan membuang negatifnya, tidak hanya dari saya tapi juga dari siapapun di dunia ini. Kamu juga bisa menjadi penurut dan cantik seperti kakak saya, lakukan apa yang kamu nyaman di dalamnya. Ingat untuk selalu berbuat baik pada orang lain, jujur dalam berkata, tepat dalam tindakan, ya seperti lagu smalane lah. Tapi bahkan lagu smalane tidak melarang kamu untuk jadi diri sendiri.

Chill out people.

Comments

Post a Comment